Jakarta, Sinata.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmennya menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan berkualitas bagi seluruh perempuan.
Disampaikan melalui Forum Nasional Kesehatan Perempuan bertema “No Woman Left Behind: Akses Setara, Layanan Unggul, Masa Depan Tangguh” yang digelar di Auditorium dr. J. Leimena, Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Forum ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk memastikan tidak ada perempuan yang tertinggal dalam akses layanan kesehatan, sekaligus memperkuat peran strategis perempuan sebagai pilar utama kesehatan keluarga dan pembangunan bangsa.
Menteri Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa tantangan Indonesia saat ini bukan hanya soal meningkatkan usia harapan hidup, tetapi juga memastikan masyarakat tetap sehat hingga usia lanjut.
“Rata-rata usia hidup sudah 74 tahun, tetapi banyak yang mulai sakit di usia 60-an. Fokus kita adalah memperpanjang masa hidup sehat, bukan sekadar umur panjang,” ujar Budi.
Ia menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan rutin, khususnya tiga indikator utama, yakni tekanan darah, gula darah, dan lemak darah.
Menurutnya, pengendalian sejak dini terhadap ketiga faktor tersebut dapat menekan risiko penyakit kronis seperti stroke, jantung, hingga gagal ginjal.
Menkes menyoroti peran vital perempuan dalam menjaga kesehatan keluarga. Ia menyebut ibu sebagai “tenaga kesehatan alami” di rumah yang memiliki pengaruh besar terhadap kualitas kesehatan masyarakat.
“Jika dibekali pengetahuan yang tepat, dampaknya luar biasa. Perempuan tidak hanya menjaga dirinya, tetapi juga seluruh anggota keluarga,” tegasnya.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menegaskan bahwa kesehatan perempuan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi sebagai bagian dari pembangunan nasional.
“Perempuan bukan sekadar kelompok rentan, tetapi aktor utama pembangunan. Perempuan yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat,” ujarnya dikutip Kamis (30/4/2026).
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan reproduksi.
Termasuk pelayanan keluarga berencana dan kontrasepsi pascapersalinan, untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
“Perempuan yang sehat secara fisik dan mental akan melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,” katanya.
Berita Terkait
10 Juni Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah dan Maknanya
10 Jun 2026
NASA Jelaskan Dampak Bendungan China dan Perubahan Iklim terhadap Rotasi Bumi
09 Jun 2026
9 Juni Diperingati Hari Arsip Internasional dan Hari Donal Bebek
09 Jun 2026
Said Iqbal: dari Jalanan Aksi Buruh Menuju Lingkaran Istana Presiden
08 Jun 2026
Hari Besar 8 Juni 2026: Dari Pelestarian Laut hingga Mengenang Soeharto
08 Jun 2026
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.