Kudus, Sinata.id — Suasana belajar di SMA Negeri 2 Kudus mendadak berubah menjadi kepanikan massal. Satu per satu siswa mengeluh sakit perut, mual, hingga diare, hanya beberapa jam setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam waktu singkat, ambulans silih berganti keluar-masuk area sekolah.
Peristiwa yang terjadi di Kudus, Jawa Tengah, itu kini menjadi sorotan nasional. 118 siswa dilaporkan harus menjalani perawatan medis di berbagai rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo, mengungkapkan bahwa ratusan pelajar tersebut kini dirawat di tujuh fasilitas kesehatan.
“Data sementara kami, jumlah siswa yang dirawat mencapai 118 orang dan tersebar di tujuh rumah sakit,” ujar Mustiko, dikutip Sabtu (31/1/2026).
Ketujuh rumah sakit itu meliputi RSUD Loekmono Hadi, RS Mardi Rahayu, RS Sarkies Aisyiyah, RSI Kudus, RS Kumala Siwi, RS Kartika, dan RS Aisyiyah.
Ambulans berjajar di halaman sekolah
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan deretan ambulans menjemput siswa yang tampak lemas. Salah satu unggahan menyebutkan, “Puluhan pelajar dilarikan ke rumah sakit setelah diduga keracunan dari menu MBG.”
Dugaan sementara mengarah pada menu makan siang yang dibagikan hari itu: ayam suwir, kuah soto ayam, tempe, dan tauge.
Pengelola minta maaf dan siap bertanggung jawab
Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, selaku pihak yang bertanggung jawab atas distribusi MBG di sekolah tersebut, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
“Kami siap bertanggung jawab penuh atas kejadian ini, termasuk menanggung biaya pengobatan siswa yang terdampak,” kata Umam.
Ia menjelaskan, laporan awal diterimanya dari penanggung jawab MBG di sekolah yang menyebutkan beberapa siswa mengalami diare.
“Saya dihubungi pihak sekolah, katanya ada siswa yang mengeluh diare. Ada yang dibawa ke UGD, ada juga yang tidak masuk sekolah,” tuturnya.
Umam bersama tim kemudian turun langsung ke lokasi untuk melakukan klarifikasi. Namun, keluhan justru terus bertambah.
“Awalnya hanya beberapa, lalu semakin banyak yang datang ke UKS. Setelah itu, petugas puskesmas dan ambulans ikut turun ke sekolah,” ujarnya.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.