MENU
Menutup Tahun dengan Penyerahan Diri dan Ucapan Syukur, Pesan Refleksi...
WA FB
Religi

Menutup Tahun dengan Penyerahan Diri dan Ucapan Syukur, Pesan Refleksi Iman Menyongsong Tahun Baru

F Editor : Ferry SP Sinamo | 31 Dec 2025 | 05:00 WIB
Menutup Tahun dengan Penyerahan Diri dan Ucapan Syukur, Pesan Refleksi Iman Menyongsong Tahun Baru
Pdt Manser Sagala,M.Th.

Oleh: Pdt Manser Sagala,M.Th. Menjelang berakhirnya tahun, umat Kristiani diajak untuk menutup perjalanan waktu dengan sikap penyerahan diri dan ucapan syukur kepada Tuhan. Sikap tersebut dipandang sebagai fondasi iman dalam menghadapi masa depan, sekaligus bentuk pengakuan atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun yang telah dilalui.

Penyerahan diri dimaknai sebagai kesadaran bahwa manusia tidak sepenuhnya mengendalikan hidupnya. Dalam refleksi akhir tahun, banyak orang menghadapi kelelahan batin akibat rencana yang tidak tercapai, pergumulan hidup, serta kekhawatiran akan masa depan.

Melalui sikap berserah, umat diajak melepaskan kendali hidup kepada Tuhan dan menaati kehendak-Nya dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk keluarga, pekerjaan, dan kesehatan. Firman Tuhan menegaskan, “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak” (Mazmur 37:5).

Selain itu, umat juga diingatkan untuk menyerahkan segala kekhawatiran kepada Tuhan, sebagaimana tertulis dalam 1 Petrus 5:7. Selain penyerahan diri, ucapan syukur menjadi sikap iman yang tidak terpisahkan dalam menutup tahun.

Ucapan syukur tidak hanya lahir dari keberhasilan dan berkat yang diterima, tetapi juga dari kesadaran bahwa Tuhan tetap hadir di tengah kesulitan dan tantangan. Syukur dipahami sebagai pengakuan bahwa setiap kesempatan dan nafas kehidupan merupakan anugerah Tuhan.

Dalam konteks ini, umat diajak mengingat kembali pertolongan Tuhan sepanjang tahun, sebagaimana ungkapan iman “Sampai di sini TUHAN menolong kita” (1 Samuel 7:12). Alkitab juga menegaskan pentingnya mengucap syukur dalam segala keadaan, seperti tertulis dalam 1 Tesalonika 5:18 dan Mazmur 103:2. Penggabungan antara penyerahan diri dan ucapan syukur diyakini mampu menghadirkan damai sejahtera dalam menghadapi tahun yang baru.

Umat diajak melakukan evaluasi diri dengan kasih karunia, melihat kegagalan bukan sebagai akhir, melainkan sebagai proses pembentukan iman. Praktik rohani seperti doa penyerahan dan mengingat karya Tuhan sepanjang tahun menjadi bagian penting dalam refleksi tersebut, sebagaimana ditegaskan dalam Filipi 4:6.

Menutup tahun dengan penyerahan diri berarti berhenti mengandalkan kekuatan sendiri, sementara menutupnya dengan ucapan syukur merupakan pengakuan atas kesetiaan Tuhan yang tidak pernah berubah. Dengan sikap hati demikian, umat percaya diharapkan memasuki tahun yang baru bukan dengan beban masa lalu, melainkan dengan pengharapan dan kekuatan baru di dalam Kristus.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.