MENU
Meteorit dari Gurun Sahara Ungkap Rahasia Planet Raksasa yang Musnah
WA FB
Sains & Teknologi

Meteorit dari Gurun Sahara Ungkap Rahasia Planet Raksasa yang Musnah

J Editor : Jansen Siahaan | 06 Jun 2026 | 10:00 WIB
Meteorit dari Gurun Sahara Ungkap Rahasia Planet Raksasa yang Musnah
Bagian dari meteorit yang ditemukan di Gurun Sahara. (cuboulder)\n

Pematangsiantar, Sinata.id – Gurun Sahara tidak hanya dikenal sebagai hamparan pasir terbesar di dunia, tetapi juga menjadi lokasi penemuan benda langit yang membuka tabir sejarah awal Tata Surya.

Sebuah meteorit langka bernama Northwest Africa (NWA) 12774 diduga menyimpan bukti pertama keberadaan sebuah planet purba yang kini telah musnah.

Meteorit seberat sekitar 454 gram tersebut ditemukan pada 2019 di kawasan Gurun Sahara. Para ilmuwan mengklasifikasikannya sebagai angrite, salah satu jenis meteorit paling langka yang diketahui sebagai batuan vulkanik tertua di Tata Surya.

Melalui analisis kimia dan mineral yang terkandung di dalamnya, para peneliti menemukan petunjuk bahwa batu antariksa tersebut berasal dari sebuah benda langit berukuran sangat besar yang pernah terbentuk hanya beberapa juta tahun setelah lahirnya Tata Surya sekitar 4,5 miliar tahun lalu.

Komposisi Berbeda dari Bumi dan Mars

Penelitian menunjukkan bahwa meteorit NWA 12774 memiliki kandungan silika yang jauh lebih rendah dibandingkan Bumi, Mars, maupun planet berbatu lainnya. Kondisi ini sempat membuat ilmuwan menduga meteorit tersebut berasal dari asteroid kecil.

Namun, hasil penelitian terbaru justru menunjukkan sebaliknya.

“Material yang membentuk tubuh induk angrite ini berbeda secara mendasar dari penyusun Bumi dan Mars. Meteorit ini menunjukkan adanya jalur evolusi planet yang berbeda pada masa awal Tata Surya,” kata Aaron Bell, geosaintis dari University of Colorado Boulder sekaligus pemimpin penelitian.

Dari lebih dari 80.000 meteorit yang telah ditemukan di Bumi, hanya 68 yang dikategorikan sebagai angrite, menjadikannya salah satu jenis meteorit paling langka yang pernah dipelajari.

Bukti Tekanan Ekstrem

Saat meneliti struktur internal NWA 12774, tim ilmuwan menemukan kristal mineral clinopyroxene yang kaya aluminium. Mineral tersebut hanya dapat terbentuk pada tekanan sangat tinggi.

Simulasi laboratorium menunjukkan bahwa kristal tersebut memerlukan tekanan sedikitnya 17,5 kilobar untuk terbentuk. Angka itu setara dengan lebih dari 17 kali tekanan yang terdapat di dasar Palung Mariana, titik terdalam di lautan Bumi.

Tekanan sebesar itu mustahil dihasilkan oleh asteroid kecil. Karena itu, para peneliti menyimpulkan bahwa batu tersebut berasal dari sebuah objek berukuran jauh lebih besar.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.