Jakarta, Sinata.id – Vitamin C dikenal sebagai nutrisi penting yang berperan dalam menjaga daya tahan tubuh. Namun, masih banyak masyarakat yang khawatir mengonsumsinya, terutama dalam dosis tinggi, karena dikaitkan dengan risiko batu ginjal.
Pada dasarnya, vitamin C aman dikonsumsi selama tidak melebihi kebutuhan harian. Akan tetapi, konsumsi dalam dosis tinggi terutama dari suplemen memang berpotensi meningkatkan risiko batu ginjal pada sebagian orang.
Dokter urologi, dr. Vishal, menjelaskan bahwa batu ginjal terbentuk akibat kristalisasi mineral dalam urine, terutama kalsium oksalat. Dalam proses metabolisme, sebagian vitamin C akan diubah menjadi oksalat.
“Saat tubuh memetabolisme vitamin C, sebagian akan diubah menjadi oksalat yang dapat berikatan dengan kalsium dan membentuk kristal batu ginjal,” jelasnya, seperti dilansir Sabtu (28/3/2026).
Semakin tinggi asupan vitamin C, khususnya yang melebihi kebutuhan harian, maka kadar oksalat dalam urine juga berpotensi meningkat. Kondisi ini dapat memicu pembentukan batu ginjal, terutama pada individu yang memiliki riwayat penyakit tersebut.
Meski demikian, risiko ini tidak berlaku untuk semua orang. Dalam banyak kasus, konsumsi vitamin C dalam jumlah normal tidak menyebabkan batu ginjal.
Ahli urologi lainnya, dr. Saudrabh Joshi, menegaskan bahwa konsumsi vitamin C dalam batas wajar umumnya aman bagi sebagian besar orang.
“Penting untuk dicatat bahwa konsumsi vitamin C dalam jumlah sedang biasanya tidak menyebabkan batu ginjal,” ujarnya.
Selain itu, faktor lain seperti genetik, asupan cairan, pola makan, serta fungsi ginjal juga berperan besar dalam pembentukan batu ginjal.
Dengan demikian, vitamin C bukan satu-satunya penyebab batu ginjal, melainkan hanya salah satu dari berbagai faktor yang dapat memengaruhi kondisi tersebut. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.