Namun seiring waktu, MinyaKita justru berkembang menjadi satu-satunya indikator yang dipakai publik dalam menilai ketersediaan minyak goreng dan stabilitas harga.
Pemerintah berharap, dengan kembalinya banyak second brand ke pasar, ketergantungan pada satu merek dapat berkurang dan ekosistem persaingan menjadi lebih sehat. (A18)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.