Medan, Sinata.id — Kebakaran besar yang melanda kawasan industri di Medan Deli pada Selasa malam (27/1/2025) memicu pengerahan cepat aparat kepolisian. Kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC) milik Satuan Brimob Polda Sumatera Utara diturunkan untuk membantu pemadaman api yang meluas di area pabrik PT Garuda Mas Perkasa.
Insiden terjadi di kompleks pabrik yang berada di Jalan KL Yos Sudarso KM 6,5. Api dilaporkan mulai terlihat sejak malam hari dan berkembang cepat menjadi kobaran besar sekitar pukul 22.00 WIB. Asap pekat dan lidah api membumbung tinggi, membuat situasi di sekitar lokasi kian mencekam.
Untuk mempercepat penanganan, Brimob mengerahkan satu unit AWC—kendaraan yang umumnya digunakan dalam pengendalian massa—untuk menyuplai semprotan air bertekanan tinggi. Selain itu, sekitar 20 personel Brimob ditempatkan di lokasi guna mengamankan area dan memastikan proses pemadaman berlangsung tanpa gangguan.
Berdasarkan keterangan awal warga sekitar, kebakaran diduga dipicu gangguan instalasi listrik. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan resmi. Tantangan utama di lapangan adalah banyaknya material mudah terbakar di dalam pabrik, termasuk tumpukan karet, yang membuat api cepat menjalar.
Seorang petugas keamanan setempat menyebutkan beberapa kali terdengar suara ledakan dari dalam area pabrik. Aroma menyengat seperti karet terbakar tercium hingga ke jalan utama di sekitar lokasi.
Petugas pemadam kebakaran bersama personel Brimob melakukan penyemprotan dari berbagai sisi untuk memutus jalur api. AWC digunakan secara intensif untuk menahan perluasan kebakaran, sementara personel lain membentuk perimeter pengamanan.
Hingga Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 02.30 WIB, upaya pemadaman masih terus berlangsung. AWC Brimob tetap beroperasi bersinergi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan unsur terkait lainnya, fokus mencegah api merembet ke bangunan sekitar.
Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Rantau Isnur Eka, menegaskan pengerahan tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan Brimob dalam menghadapi kondisi darurat.
“Ini adalah bentuk kesiapan Brimob ketika dibutuhkan secara cepat dan mendadak, baik untuk pengamanan maupun penanganan situasi darurat demi keselamatan masyarakat,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).
Peristiwa ini menegaskan peran Brimob yang tak hanya terbatas pada fungsi keamanan, tetapi juga hadir dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana, terutama saat situasi menuntut respons cepat dan koordinasi lintas instansi. [dfb]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.