Disebutkan, Rindy berniat melamar pekerjaan di Pabrik Pengalengan di Kecamatan Panei Tongah, Kabupaten Simalungun.
Tetapi belum sampai tujuan, Rindy dan Suci terlibat perampokan sampai mengalami kecelakaan tragis yang merenggut nyawa. Nurdin mengaku tak kuasa menahan tangis usai mendapat kabar tentang kejadian yang dialami anak kedua dari empat bersaudara tersebut.
"Dia tadi bilang mau nyari kerja ke simpang dua. Tak lama saya dapat kabar kalau dia kecelakaan karena dijambret. Awalnya kami ke RS Efarina, tapi ternyata jenazah (Rindy) sudah dibawa ke sini (RSUD Djasamen Saragih)," ujarnya.
Menurut Nurdin, Suci teman Rindy juga masih trauma dan saat ini dirawat di RS Efarina. Ia berharap kepolisian segera mengusut kasus penjambretan yang telah menyebabkan kematian putrinya. "Minta dihukum seberat-beratnya, Pak," tuturnya. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.