Penunjukan Mojtaba juga langsung memicu respons keras dari Washington. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya bahkan menyebut pemimpin baru Iran itu sebagai sosok yang “tidak dapat diterima”.
Trump juga memperingatkan bahwa kepemimpinan Mojtaba bisa memperpanjang konflik jika Tehran tidak mengubah sikapnya.
Di sisi lain, militer Israel menyatakan akan terus melanjutkan operasi militernya terhadap Iran dan sekutunya di kawasan.
Serangan udara dilaporkan kembali menghantam sejumlah target di Iran dan Lebanon, sementara kelompok yang bersekutu dengan Tehran meluncurkan serangan balasan berupa drone dan roket ke berbagai fasilitas militer di kawasan Timur Tengah.
Perang yang semakin melebar ini mulai mengguncang pasar energi dunia. Harga minyak melonjak hingga di atas US$100 per barel, dipicu kekhawatiran terganggunya jalur energi global di Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Lonjakan harga energi tersebut juga menyeret pasar saham global ke zona merah karena investor khawatir konflik berkepanjangan akan memicu krisis ekonomi baru. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.