"Islam Wasathiyah telah tertanam dalam tradisi umat Islam Indonesia, yang secara historis menerima Pancasila sebagai dasar negara dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan sejak awal kemerdekaan," terangnya.
Sementara itu, Dr. Abdullah Akhyar Nasution dalam pemaparannya menggarisbawahi urgensi memahami identitas dan menghormati perbedaan dalam kehidupan masyarakat majemuk seperti Kota Pematangsiantar. Ia menyebut Islam moderat sebagai bentuk praksis keagamaan yang menjauhi ekstremisme dan lebih menekankan pada keadilan serta keseimbangan sosial.
"Islam Wasathiyah merupakan representasi dari keimanan yang tidak eksklusif, melainkan inklusif dan kontekstual. Ia hadir sebagai solusi dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah kemajemukan,” tuturnya.
Lokakarya ini juga menghadirkan sesi khusus dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pematangsiantar. Muhammad Ari Irawan selaku Assistant Manager turut menyampaikan pentingnya jaminan sosial bagi para pekerja, sembari memperkenalkan program dengan slogan “Kerja Tenang, Keluarga Aman”.
Diskusi yang berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka ini menyoroti berbagai isu aktual terkait hubungan antarumat beragama serta kontribusi strategis generasi muda dalam menciptakan atmosfer kehidupan sosial yang rukun dan damai di Kota Pematangsiantar.
Melalui forum ini, MUI Kota Pematangsiantar kembali menegaskan bahwa Islam moderat bukan sekadar konsep, melainkan jalan hidup yang relevan dalam membangun bangsa yang harmonis, toleran, dan berkeadaban. (hn)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.