Tragedi ini terjadi Senin (29/9/2025) pukul 15.00 WIB, saat ratusan santri melaksanakan salat Ashar. Bangunan mushala tiga lantai yang difungsikan sebagai tempat ibadah di asrama putra ambruk seketika. Analisis awal menyebutkan adanya kegagalan konstruksi karena bangunan tak mampu menahan beban di luar kapasitasnya.
Dari total korban yang berhasil terdata, 103 orang dinyatakan selamat, 5 meninggal dunia, dan sisanya masih dalam pencarian. Beberapa korban yang selamat kini dirawat di sejumlah rumah sakit, antara lain RS Notopuro, RS Siti Hajar, dan RS Delta Surya.
Namun, duka mendalam menyelimuti karena 59 nama masih tercatat dalam daftar korban hilang. Hingga kini, belum ada kepastian kapan proses evakuasi benar-benar selesai.
“Operasi belum bisa ditentukan kapan tuntasnya. Tapi kami pastikan, seluruh tim bekerja siang malam untuk membawa kepastian bagi keluarga,” pungkas Suharyanto. (A46)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.