MENU
Nahas! Pelajar 13 Tahun di Simalungun Tewas Terseret Arus Sungai Bah T...
WA FB
Hukum & Peristiwa

Nahas! Pelajar 13 Tahun di Simalungun Tewas Terseret Arus Sungai Bah Tongguran

J Editor : Jansen Siahaan | 05 Mar 2026 | 08:44 WIB
Nahas! Pelajar 13 Tahun di Simalungun Tewas Terseret Arus Sungai Bah Tongguran
Sungai Bah Tongguran. (istimewa)

Simalungun, Sinata.id – Warga Huta III Nagori Timbaan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun digegerkan dengan penemuan jasad seorang remaja laki-laki di aliran Sungai Bah Tongguran, Rabu (4/3/2026) sore.

Korban diketahui bernama Dimas Anggara Samosir (13), pelajar kelas VII SMP, warga Huta III Nagori Timbaan. Peristiwa tragis ini terjadi saat korban bersama sejumlah temannya mandi di sungai.

Menurut keterangan saksi, saat itu korban dan enam rekannya bermain air seperti biasa. Sekitar pukul 17.00 WIB, korban terlihat naik ke atas batang pohon tumbang di pinggir sungai dengan maksud hendak melompat ke air. Namun nahas, kaki kirinya terpeleset sehingga ia terjatuh ke sungai dan langsung terseret arus deras.

Dua saksi, Hasbi Noval Ar Rasya (11) dan Rama Ariandi (15), mengaku sempat melihat korban jatuh. Namun setelah itu korban tidak muncul lagi ke permukaan. Mereka bersama teman-temannya berusaha melakukan pencarian, tetapi korban tak kunjung ditemukan.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Gamot (Kepala Dusun) Huta III, Tia Safitri Br Damanik. Warga bersama aparat setempat langsung melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.

Sekitar pukul 19.00 WIB, jasad korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tersangkut di bronjong Sungai Bah Bolon, Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar.

Mendapat laporan dari masyarakat, Kapolsek Perdagangan IPTU Patar Banjarnahor langsung memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Amry Sitanggang bersama personel piket turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi.

Tim medis dari Puskesmas Perdagangan yang dipimpin Supria Ningsih melakukan visum luar terhadap jasad korban. Hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Perdagangan IPTU Patar Banjarnahor menegaskan bahwa kejadian tersebut murni musibah dan tidak ditemukan unsur pidana.

“Dari hasil olah TKP dan visum luar yang dilakukan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Peristiwa ini murni kecelakaan saat korban mandi dan terpeleset ke sungai,” ujar IPTU Patar Banjarnahor, Kamis (5/3/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sungai, terlebih pada musim penghujan yang membuat arus menjadi lebih deras dan berbahaya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.