MENU
NATO Pasang Badan Bela Greenland, Tolak Ambisi AS Ambil Alih Wilayah A...
WA FB
Dunia

NATO Pasang Badan Bela Greenland, Tolak Ambisi AS Ambil Alih Wilayah Arktik

J Editor : Jansen Siahaan | 07 Jan 2026 | 12:40 WIB
NATO Pasang Badan Bela Greenland, Tolak Ambisi AS Ambil Alih Wilayah Arktik
NATO Pasang Badan Bela Greenland, Tolak Ambisi AS Ambil Alih Wilayah Arktik

Kopenhagen, Sinata.id — Ketegangan geopolitik di kawasan Arktik kembali memanas. Denmark bersama enam negara anggota NATO secara terbuka menegaskan bahwa Greenland bukan wilayah yang bisa diambil alih Amerika Serikat (AS).

Ini menyusul kembali menguatnya pernyataan Presiden AS Donald Trump yang ingin menguasai pulau strategis tersebut.

Dalam pernyataan bersama, para pemimpin Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris menegaskan bahwa Greenland adalah hak rakyatnya dan tidak dapat ditentukan oleh kekuatan asing mana pun.

“Greenland milik rakyatnya. Hanya Denmark dan Greenland yang berhak memutuskan urusan Denmark dan Greenland,” tegas pernyataan bersama tersebut.

“Keamanan Arktik harus dijaga secara kolektif bersama sekutu NATO, termasuk AS, dengan tetap menjunjung prinsip Piagam PBB tentang kedaulatan dan integritas teritorial,” bunyi lanjutan pernyataan itu.

Meski menegaskan posisi tegas, para pemimpin Eropa tetap menyebut Amerika Serikat sebagai mitra penting NATO, mengacu pada perjanjian pertahanan antara Kerajaan Denmark dan AS sejak 1951. Namun, mereka mengingatkan bahwa kemitraan tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk melanggar hukum internasional.

Pernyataan keras NATO ini muncul setelah Presiden Donald Trump kembali melontarkan keinginan untuk mengambil alih Greenland, wilayah semi-otonom Denmark yang kaya sumber daya alam dan memiliki posisi strategis di Arktik. Retorika Trump menimbulkan kegelisahan di Eropa, terlebih setelah operasi militer AS di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen secara terbuka mendesak Washington untuk menghentikan ancaman terhadap sekutu lamanya dan menolak tegas gagasan pengambilalihan paksa Greenland.

Dukungan serupa datang dari Uni Eropa dan sejumlah negara Eropa lainnya. Mereka menegaskan bahwa masa depan Greenland hanya dapat ditentukan oleh Denmark dan rakyat Greenland sendiri, sesuai dengan hukum internasional.

Sementara itu, laporan media menyebut Trump tengah membahas berbagai opsi, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer. Namun Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa opsi yang lebih disukai Trump adalah membeli Greenland dari Denmark, meski gagasan tersebut juga ditolak mentah-mentah.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut penguasaan Greenland sebagai prioritas keamanan nasional AS guna mencegah pengaruh Rusia dan China di kawasan Arktik.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.