“Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi kebijakan luar negeri, dan penggunaan militer selalu menjadi pilihan bagi panglima tertinggi,” ujarnya, seperti dikutip AFP, Rabu (7/1/2026).
Meski demikian, Rubio menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak menandakan invasi dalam waktu dekat.
Denmark memperingatkan bahwa setiap upaya pengambilalihan Greenland secara paksa akan berdampak fatal, bahkan berpotensi meruntuhkan NATO. Pasal Lima NATO mewajibkan negara anggota membela anggota lain yang diserang, sehingga konflik internal dapat mengguncang fondasi aliansi tersebut.
“Sejauh ini belum memungkinkan,” tulis Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt di media sosial.
Senada, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen menilai pertemuan tersebut penting untuk meluruskan kesalahpahaman.
Sementara Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen kembali menegaskan sikap tegas: Greenland tidak untuk dijual, dan hanya rakyatnya yang berhak menentukan masa depan pulau tersebut. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.