Namun, Dedi Mulyadi memberikan jawaban yang tajam, menyebutkan bahwa orang miskin seharusnya lebih bijak dalam mengelola pengeluaran dan lebih fokus pada hal-hal yang dapat meningkatkan masa depan, seperti bisnis dan pengembangan diri. "Hidup itu jangan sombong. Anda tidak punya uang untuk kontrakan, tapi merasa wisuda lebih penting," ujar Dedi, menanggapi protes Aura terkait larangan perpisahan sekolah.
Dalam perbincangan tersebut, Dedi menegaskan bahwa tidak semua orang miskin merasa perlu melaksanakan wisuda atau perpisahan sekolah, dan banyak keluarga yang justru menyambut baik kebijakan penghapusan kegiatan tersebut. Ia pun akhirnya menyatakan bahwa jika keluarga Aura merasa tidak membutuhkan bantuan, maka tidak ada alasan untuk memberikan bantuan lebih lanjut. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.