MENU
Niat Nikahkan Anak Justru Ricuh, Ayah Wanita Naik Pitam Usir Calon Bes...
WA FB
News

Niat Nikahkan Anak Justru Ricuh, Ayah Wanita Naik Pitam Usir Calon Besan

R Editor : Redaksi Sinata | 11 Dec 2025 | 01:25 WIB
Niat Nikahkan Anak Justru Ricuh, Ayah Wanita Naik Pitam Usir Calon Besan
Pertemuan dua keluarga bahas pernikahan berubah panas. Ayah wanita langsung bertindak tegas demi harga diri anak dan cucunya. (Ilustrasi)

Sinata.id - Sebuah agenda pertemuan keluarga yang semestinya menjadi langkah awal menuju pernikahan justru berubah drastis menjadi momen paling menegangkan dalam hidup sepasang kekasih. Ayah wanita yang berencana menikah, mengusir calon besan karena tersinggung ucapan.

Satu pernyataan bernada merendahkan dari pihak calon besan membuat suasana runtuh seketika dan berujung pada keputusan tegas seorang ayah, dengan mengakhiri pertemuan dan mengusir tamu dari rumahnya.

Peristiwa itu terjadi saat dua keluarga berkumpul untuk membahas rencana pernikahan Minh dan kekasihnya, pasangan yang telah menjalin hubungan hampir tiga tahun.

Sebelumnya, kedua belah pihak disebut sudah saling menerima dan bahkan menyepakati rencana pernikahan di akhir tahun, dikutip dari Eva.vn pada Kamis (11/12/2025).

Situasi berubah setelah keluarga perempuan terlebih dahulu menyampaikan kabar bahwa sang putri tengah mengandung lebih dari lima bulan.

Keputusan ini diambil secara terbuka, dengan harapan persoalan dapat dibicarakan secara dewasa dan bertanggung jawab demi masa depan anak yang akan lahir.

Pada hari pertemuan, orang tua Minh datang ke rumah keluarga perempuan.

Suasana awal berlangsung hangat.

Tuan rumah menyuguhkan minuman dan hidangan ringan sebagai simbol penerimaan.

Minh pun berusaha menenangkan pasangannya yang terlihat gugup menghadapi pembicaraan penting tersebut.

Namun ketegangan muncul saat topik utama dibuka.

Setelah pengakuan kehamilan disampaikan, respons dari ayah Minh justru dianggap melukai harga diri pihak perempuan.

Dengan nada tenang namun bermakna tajam, ia menegaskan bahwa pernikahan memang harus tetap berjalan, tetapi menilai keluarga perempuan tidak seharusnya menuntut banyak hal karena kehamilan terjadi sebelum ikatan sah.

Kalimat itu membuat suasana membeku.

Ibu pihak perempuan tampak terkejut, sementara sang ayah langsung menghentikan gerakannya.

Minh sempat menegur ayahnya dan menyatakan keberatan, namun situasi keburu memanas.

Tanpa banyak kata, ayah pihak perempuan berdiri, membuka pintu rumah, dan meminta keluarga calon besan meninggalkan tempat tersebut.

Ia menegaskan bahwa keluarganya tidak “menjual” anak, dan jika tidak ada penghormatan terhadap ibu sang anak, maka cucu yang akan lahir tidak masalah menggunakan marga keluarga perempuan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.