Nikmati Wisata Arung Jeram Bah Bolon Siantar
Kini, KPSB ingin “menyulap” kawasan Bah Bolon disamping Rumah Dinas Walikota. Meski hal-hal kecil telah mereka lakukan. Seperti membangun arena permainan “flying fox”. Membersihkan sampah dialiran serta sebagian kawasan Bah Bolon dan lainnya.
Hal terpenting untuk menjadikan Bah Bolon sebagai destinasi, sebut Andi, adalah kesadaran masyarakat sekitar Bah Bolon, agar tidak membuang sampah maupun limbah kotoran ternaknya ke sungai.
Sebab, tidak ada wisatawan yang mau berlama-lama disungai, bila sungainya kotor dan airnya bau. “Masyarakat harus sadar. Jangan buang sampah dan limbah ke sungai,” ujarnya.
Untuk itu, Ankel berharap peran pemerintah. Termasuk mengarahkan warga, disaat membangun rumah, agar arah bagian depannya menghadap ke sungai. “Rumah menghadap ke sungai, juga menjadi daya tarik,” katanya.
Sementara, untuk hal lainnya, menurut Ankel, KPSB berencana membangun taman selfi di kawasan delta (pulau ditengah sungai) yang ada disamping Rumah Dinas Walikota.
Kemudian, membangun bumi perkemahan (kemping) dibagian belakang Rumah Dinas. Tidak hanya itu, ada juga jalur tracking (joging track) untuk pejalan kaki mengitari delta, fasilitas olahraga volley sungai, lokasi outbond dan lainnya.
Hanya saja, untuk mewujudkan “mimpi” itu, KPSB membutuhkan biaya sebesar Rp 500 juta. “Untuk mewujudkan itu, butuh biaya 500 juta (rupiah),” ungkap Ankel dengan yakin. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.