MENU
Odong-Odong Tabrak Mobil di Siantar, Warga Minta Segera Ditertibkan
WA FB
Hukum & Peristiwa

Odong-Odong Tabrak Mobil di Siantar, Warga Minta Segera Ditertibkan

J Editor : Jansen Siahaan | 06 Apr 2026 | 12:02 WIB
Odong-Odong Tabrak Mobil di Siantar, Warga Minta Segera Ditertibkan
Odong-odong terlibat kecelakaan di depan Stasiun Kereta Api Pematangsiantar. (istimewa)

Pematangsiantar, Sinata.id — Keberadaan odong-odong yang kembali beroperasi di jalan umum Kota Pematangsiantar menuai sorotan dari masyarakat.

Kendaraan hiburan anak tersebut dinilai meresahkan karena bebas melintas di ruas jalan padat tanpa mematuhi aturan lalu lintas, bahkan memicu kecelakaan.

Keresahan warga memuncak setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan sebuah odong-odong menabrak mobil di depan Stasiun Kereta Api, tepatnya di kawasan Cafe Soeaka, Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 16.43 WIB. Video yang diunggah akun Facebook “Siantar Punya Cerita” itu viral dan memancing berbagai reaksi warganet.

Dalam rekaman tersebut, mobil di depan terlihat telah menyalakan lampu sein kanan sebagai tanda akan berbelok. Namun, odong-odong yang melaju dari belakang diduga tidak menjaga jarak aman dan tidak mampu mengendalikan laju kendaraan hingga akhirnya menabrak bagian belakang mobil.

Insiden ini kembali menegaskan kekhawatiran masyarakat terhadap operasional odong-odong di jalan raya yang dinilai tidak layak dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.

Sejumlah pengendara mengaku keberadaan odong-odong kerap mengganggu arus lalu lintas. Kendaraan tersebut melaju lambat, menggunakan badan jalan, serta sering berpindah jalur tanpa memperhatikan kondisi sekitar.

“Odong-odong ini sering tiba-tiba masuk ke jalan utama. Suaranya keras, jalannya pelan, dan tidak memperhatikan kendaraan lain. Ini sangat berbahaya,” ujar seorang pengendara yang melintas di lokasi kejadian.

Selain faktor keselamatan, warga juga mengeluhkan suara musik keras yang diputar saat odong-odong beroperasi. Volume yang tinggi dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan maupun masyarakat di sekitar wilayah yang dilalui.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Pematangsiantar dan aparat kepolisian segera melakukan penertiban. Mereka meminta adanya aturan tegas terkait operasional odong-odong di jalan umum agar tidak menimbulkan korban jiwa di kemudian hari.

“Jika dibiarkan, bisa terjadi kecelakaan yang lebih parah. Pemerintah dan polisi harus bertindak tegas,” harap warga.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Pematangsiantar, Iptu Friska Susana, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait insiden tersebut belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan, Senin (6/4/2026).

Warga kini menunggu langkah konkret dari aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk menertibkan odong-odong yang kembali beroperasi di jalan umum, demi menjaga keselamatan dan ketertiban lalu lintas di Kota Pematangsiantar. (SN10)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.