MENU
Oki, Pembunuh Berantai dari Jakarta yang Bikin Bingung LAPD Los Angele...
WA FB
News

Oki, Pembunuh Berantai dari Jakarta yang Bikin Bingung LAPD Los Angeles

R Editor : Redaksi Sinata | 15 Sep 2025 | 00:44 WIB
Oki, Pembunuh Berantai dari Jakarta yang Bikin Bingung LAPD Los Angeles
Harnoko Dewantoro alias Oki. (detikCom)

Seolah kesetanan, ia memukul berulang kali hingga Eri tak bernyawa.

Semua jasad akhirnya terkumpul di gudang Northridge, menunggu ditemukan bertahun-tahun kemudian.

Perburuan Dari Los Angeles ke Jakarta

LAPD kebingungan. Nama Oki hilang dari Los Angeles sejak Februari 1993.

Diduga ia kabur ke Indonesia dengan identitas palsu.

Interpol pun turun tangan, bekerja sama dengan Mabes Polri.

Dua detektif LAPD, Ted Ball dan Ed Ramirez, terbang ke Jakarta membawa bukti cek bank, paspor palsu, dan data gudang.

Pada 3 Januari 1995, di sebuah rumah keluarga di Jakarta, Oki diringkus tanpa perlawanan. Awalnya, ia hanya dijerat pemalsuan identitas.

Namun interogasi panjang mengungkap kengerian, dialah dalang di balik tiga pembunuhan brutal itu.

Kasus ini segera menghiasi halaman utama media Indonesia dan Amerika, mengingatkan publik pada kisah kriminal legendaris seperti kasus slamet gundul di tanah air yang dulu juga menggemparkan.

Hukuman Mati

Juni 1996, sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat digelar. Meski sempat menyangkal membunuh dua korban pertama, pengakuannya terhadap pembunuhan Eri, adiknya, membuat hakim tak ragu menjatuhkan vonis mati.

Beberapa kali Oki mengajukan grasi, bahkan saat era Presiden Megawati, namun selalu ditolak.

Hingga kini, kisahnya dikenang sebagai peringatan bahwa dendam, keserakahan, dan keputusasaan bisa mengubah siapa pun menjadi monster. (A46|detikCom)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.