ABUJA, Sinata.id – Pemimpin senior kelompok Islamic State (IS) tewas dalam operasi gabungan militer Amerika Serikat dan Nigeria di kawasan Cekungan Lake Chad. Presiden Nigeria Bola Tinubu membenarkan keberhasilan operasi tersebut pada Sabtu (16/5/2026).
Trump: Dia Teroris Paling Aktif di Dunia
Operasi ini pertama kali diumumkan Presiden AS Donald Trump, yang menyebut Abu-Bilal al-Minuki sebagai "orang kedua ISIS secara global" dan "teroris paling aktif di dunia." Al-Minuki sebelumnya telah ditetapkan sebagai Teroris Global oleh Washington sejak 2023.
Kematiannya disebut sebagai pukulan terbesar bagi IS sejak tewasnya pemimpin tertinggi mereka, Abu Bakr al-Baghdadi, pada 2019.
Siapa Al-Minuki?
Al-Minuki diyakini berasal dari Negara Bagian Borno, Nigeria timur laut. Ia menduduki jabatan "Kepala Direktorat Jenderal Negara-Negara" dalam hierarki IS global — menjadikannya salah satu figur paling senior dalam jaringan tersebut.
Sebelum bergabung dengan IS, ia merupakan komandan senior Boko Haram. Ia turut dikaitkan dengan penculikan siswi Dapchi pada 2018, ketika lebih dari 100 siswi diculik dari asrama sekolah di Nigeria timur laut.
Militer Nigeria juga menyebut al-Minuki pernah membantu memindahkan pasukan ke Libya untuk mendukung operasi IS di Afrika Utara, serta mengendalikan jaringan serangan di kawasan Sahel dan Afrika Barat.
Operasi Presisi di Lake Chad
Tinubu menyatakan al-Minuki tewas bersama "sejumlah pembantunya" dalam serangan presisi di sebuah kompleks di Cekungan Lake Chad — kawasan rawa dan perairan luas yang berbatasan dengan Nigeria, Chad, Niger, dan Kamerun, yang selama ini menjadi basis kuat kelompok ekstremis.
Militer Nigeria menyebut operasi ini dimungkinkan berkat "kemitraan dan kerja sama intelijen AS-Nigeria yang baru-baru ini dibentuk."
Kerjasama Keamanan Makin Erat
Trump memuji Nigeria atas kemitraan strategis ini dan menegaskan bahwa kematian al-Minuki akan mengganggu jalur pendanaan serta struktur komando IS di Afrika dan dunia.
Tinubu sendiri menegaskan pentingnya kerjasama internasional dalam menghadapi ancaman terorisme.
"Tantangan keamanan selalu ada, dan itu tidak bisa dihadapi sendirian. Saya harus merangkul tetangga saya, mengejar kerja sama pragmatis demi keamanan rakyat," ujarnya. (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.