Saksi yang pertama kali menemukan jasad korban adalah tetangganya sendiri.
Merasa curiga karena rumah korban sepi dan kendaraan pribadinya tak terlihat, saksi mengintip dari pintu belakang yang ternyata tidak terkunci.
Saat pintu terbuka, tubuh korban sudah terbujur kaku di tempat tidur.
“Begitu laporan masuk, kami langsung melakukan olah TKP dan memeriksa jejak digital korban,” ujar AKBP Natalena.
“Dari sana kami temukan komunikasi intens antara korban dan pelaku, yang kemudian mengarahkan penyelidikan pada seorang anggota Polri di Polres Tebo,” imbuhnya.
Tak butuh waktu lama, polisi menemukan fakta bahwa pelaku membawa kabur mobil Honda Jazz putih dan sepeda motor PCX milik korban.
Barang-barang itu kemudian dijadikan alat bukti utama yang memperkuat dugaan pembunuhan berencana.
Lebih mengejutkan lagi, hasil visum sementara menunjukkan adanya jejak kekerasan dan dugaan pelecehan seksual sebelum korban tewas.
Dokter forensik juga menemukan sperma di pakaian korban, memperkuat dugaan bahwa pelaku melakukan kekerasan seksual sebelum mengakhiri nyawa korban dengan keji.
“Motif sementara berkaitan dengan hubungan asmara dan masalah pribadi. Namun kami masih mendalami apakah ada faktor lain, termasuk kecemburuan atau tekanan emosional,” kata Kapolres.
Malam penangkapan pelaku disebut-sebut berlangsung cepat dan tanpa drama.
Polisi yang sudah mengantongi bukti kuat langsung mengepung lokasi kontrakan di Tebo Tengah.
Saat digerebek, W terlihat pucat dan pasrah. Di dalam kontrakannya, polisi menemukan wig yang sama dengan ciri-ciri yang terekam CCTV.
Barang bukti lainnya yang diamankan antara lain telepon genggam korban, perhiasan emas, dan sejumlah pakaian yang diduga digunakan pelaku saat kejadian.
Polisi juga menyita laptop Macbook milik korban yang sebelumnya sempat hilang dari TKP.
Kapolres memastikan, meski pelaku adalah oknum anggota kepolisian, proses hukum akan berjalan tanpa intervensi dan dilakukan secara transparan.
“Tidak ada perlakuan khusus. Kami akan memproses sesuai hukum yang berlaku. Kasus ini adalah ujian integritas kami, dan kami pastikan publik akan tahu seluruh perkembangannya,” tegas AKBP Natalena.
Sementara itu, Kapolda Jambi turut memerintahkan agar penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan tuntas.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.