MENU
Pakistan Kirim 8.000 Tentara dan Jet Tempur ke Arab Saudi, Timur Tenga...
WA FB
Dunia

Pakistan Kirim 8.000 Tentara dan Jet Tempur ke Arab Saudi, Timur Tengah Memanas

J Editor : Jansen Siahaan | 19 May 2026 | 09:40 WIB
Pakistan Kirim 8.000 Tentara dan Jet Tempur ke Arab Saudi, Timur Tengah Memanas
Tentara Pakistan. (guardian)

Riyadh, Sinata.id — Pakistan dilaporkan mengerahkan sekitar 8.000 personel militer, satu skuadron pesawat tempur, serta sistem pertahanan udara ke Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.

Laporan tersebut diungkap kantor berita Reuters dengan mengutip sumber keamanan dan pejabat pemerintah di Islamabad.

Menurut laporan Reuters pada Selasa (19/5/2026), tiga pejabat keamanan dan dua sumber pemerintah mengonfirmasi pengerahan tersebut. Operasi itu disebut sebagai pengerahan besar dengan kemampuan tempur tinggi untuk mendukung militer Arab Saudi apabila kerajaan kembali menghadapi ancaman serangan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari perjanjian pertahanan strategis yang ditandatangani pada 17 September 2025 oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Riyadh.

Perjanjian itu bertujuan memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara sekaligus meningkatkan mekanisme pertahanan bersama menghadapi berbagai bentuk agresi.

Dalam kesepakatan tersebut disebutkan bahwa setiap serangan terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai serangan terhadap keduanya, sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan stabilitas regional maupun internasional.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif sempat mengisyaratkan bahwa perjanjian tersebut menempatkan Arab Saudi di bawah payung nuklir Pakistan.

Pakistan Kirim Jet Tempur dan Drone

Berdasarkan sumber yang dikutip Reuters, Pakistan mengirim satu skuadron penuh berisi 16 pesawat tempur, sebagian besar merupakan jet tempur JF-17 Thunder yang diproduksi bersama China.

Pesawat-pesawat tersebut dikirim ke Arab Saudi pada awal April lalu. Selain itu, Pakistan juga disebut mengirim dua skuadron drone untuk memperkuat sistem pertahanan udara kerajaan.

Pengerahan itu turut mencakup sekitar 8.000 tentara dengan kemungkinan penambahan pasukan jika situasi keamanan memburuk.

Selain personel dan pesawat tempur, Pakistan juga mengirim sistem pertahanan udara buatan China tipe HQ-9.

Dua pejabat keamanan menyebut personel angkatan darat dan angkatan udara Pakistan yang dikirim sejak pecahnya konflik Iran lebih banyak menjalankan peran konsultatif dan pelatihan.

Sumber-sumber tersebut juga menegaskan bahwa pengerahan terbaru ini merupakan tambahan dari ribuan tentara Pakistan yang sebelumnya sudah berada di Arab Saudi berdasarkan kerja sama militer terdahulu.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.