MENU
Palti Hutabarat Diteror Kepala Anjing di Deli Serdang, Diduga Intimida...
WA FB
Regional

Palti Hutabarat Diteror Kepala Anjing di Deli Serdang, Diduga Intimidasi

J Editor : Jansen Siahaan | 19 Mar 2026 | 13:19 WIB
Palti Hutabarat Diteror Kepala Anjing di Deli Serdang, Diduga Intimidasi
Palti Hutabarat. (detik)

Deli Serdang, Sinata.id — Pegiat media sosial, Palti Hutabarat, mendapat teror berupa kiriman bangkai kepala anjing dari orang tak dikenal di halaman rumah orang tuanya di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu (18/3/2026) pagi.

Palti yang berada di Jakarta mengetahui kejadian tersebut melalui foto dan video yang dikirimkan kakaknya melalui grup WhatsApp keluarga.

Dokumentasi itu memperlihatkan kepala anjing berbulu cokelat yang dipenggal tergeletak di depan rumah tanpa penutup apa pun. Menurut Palti, pada Selasa (17/3/2026) malam, kakaknya sempat mendengar suara benda jatuh di depan rumah, namun baru diperiksa keesokan harinya.

“Rabu paginya Mama membangunkan Kakak untuk memeriksa benda di depan rumah. Ternyata itu kepala anjing yang kemudian dikirim ke grup WhatsApp keluarga,” ujar Palti saat dikonfirmasi, Kamis (19/3/2026).

Palti menuturkan bahwa pelaku tidak dapat dilacak karena kamera pengawas di pos keamanan kompleks dalam kondisi rusak. Selain itu, di sekitar rumah juga tidak terdapat kamera pengawas.

Berdasarkan informasi dari pihak keamanan kompleks, hingga Selasa malam sekitar pukul 23.00–00.00 WIB tidak terlihat aktivitas mencurigakan. Palti menduga bangkai tersebut diletakkan sebelum pukul 23.00 WIB atau setelah tengah malam.

Bangkai kepala anjing tersebut telah diamankan oleh koordinator keamanan untuk dilaporkan kepada pihak berwenang. Sementara itu, pihak keamanan kompleks meningkatkan patroli di sekitar rumah setiap malam sebagai langkah antisipasi.

Palti menduga teror tersebut berkaitan dengan aktivitasnya yang kerap mengkritik kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui media sosial. Ia menilai aksi tersebut bertujuan untuk menimbulkan rasa takut.

“Jika melihat konten saya yang sering mengkritik pemerintah, khususnya langsung kepada Presiden, saya menduga ini bentuk intimidasi agar saya berhenti,” katanya.

Ia berharap aparat penegak hukum segera mengusut kasus tersebut, karena telah menimbulkan rasa takut dan cemas bagi keluarganya.

Palti juga mengungkapkan bahwa sebelum kejadian ini, ia telah mengalami beberapa bentuk teror lain. Pada 11 Maret 2026, dua orang tak dikenal mendatangi lingkungan rumah orang tuanya dan menanyakan kondisi rumah tersebut.

Selanjutnya, pada 13 Maret 2026, sebuah paket belanja fiktif dengan metode bayar di tempat (COD) dikirim ke rumah orang tuanya. Keesokan harinya, 14 Maret 2026, paket lain kembali datang dengan mencantumkan nama almarhum ayahnya sebagai pengirim.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.