Surabaya, Sinata.id - Warga Surabaya membanjiri stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) pada Selasa (31 Maret 2026) akibat rumor kenaikan harga BBM dan kemungkinan pembatasan subsidi, meski pemerintah menegaskan tidak ada rencana tersebut.
Di beberapa SPBU, antrean mobil dan sepeda motor memanjang hingga ke jalan utama. Di SPBU Jalan Manyar Kertoarjo, kendaraan rela menunggu lama demi mendapatkan BBM bersubsidi maupun non-subsidi.
“Saya melihat antrean panjang di SPBU lain, jadi saya memutuskan untuk isi sekarang,” kata Tommy, salah seorang pengendara, yang menghabiskan Rp 300.000 untuk mengisi penuh tangkinya.
Harga BBM bersubsidi saat ini Rp 10.000 per liter. Menurut Agus Setiawan, manajer SPBU, lonjakan permintaan terjadi sejak pagi karena spekulasi kenaikan harga. Permintaan BBM bersubsidi dan solar naik sekitar 70%, sementara BBM non-subsidi naik 30%. Agus menambahkan bahwa seluruh 48 nozzle SPBU digunakan untuk memperlancar antrean.
Di Jakarta, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan rumor kenaikan harga BBM tidak benar. “Pemerintah tidak berencana menaikkan harga atau membatasi pembelian. Stok BBM aman. Publik tidak perlu panik, antrean panjang, atau menimbun BBM,” ujar Dasco, politisi Gerindra.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.