Saat akun partai itu diduga mengalami upaya peretasan, Dipke bahkan mengunggah sindiran yang menyebut pihak tertentu takut terhadap anak muda usia 20-an tahun.
Meski gerakan ini awalnya muncul sebagai satire politik, Dipke menegaskan bahwa Cockroach Janata Party kini berkembang menjadi wadah ekspresi kekecewaan generasi muda terhadap sistem politik India.
“Ini bukan lagi sekadar lelucon atau satir. Sekarang menjadi sangat serius,” katanya.
Menurut Dipke, banyak pemuda India merasa frustrasi terhadap kondisi sosial dan politik yang dinilai tidak memberi ruang bagi suara kritis masyarakat.
“Saya pikir ini bukan hanya soal komentar Ketua Mahkamah Agung. Ini tentang kondisi politik secara keseluruhan, ketika selama bertahun-tahun orang takut berbicara melawan kekuasaan,” ujarnya.
Gerakan tersebut kini dikabarkan tengah mempersiapkan konferensi virtual pertama yang akan diikuti ratusan ribu anggota yang telah mendaftar secara daring.
Sementara itu, partai penguasa Bharatiya Janata Party (BJP) hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait viralnya gerakan Cockroach Janata Party tersebut. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.