MENU
Pasca Maduro Tumbang, Venezuela Berbelok Arah Setelah 12 Tahun Otorita...
WA FB
Berita

Pasca Maduro Tumbang, Venezuela Berbelok Arah Setelah 12 Tahun Otoritarian

R Editor : Redaksi Sinata | 16 Jan 2026 | 00:47 WIB
Pasca Maduro Tumbang, Venezuela Berbelok Arah Setelah 12 Tahun Otoritarian
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez. (Reuters)

Caracas, Sinata.id - Venezuela memasuki babak politik paling menentukan dalam lebih dari satu dekade terakhir. Runtuhnya kekuasaan Nicolas Maduro menjadi penanda berakhirnya era otoritarian yang selama 12 tahun mencengkeram negeri kaya minyak tersebut. Penangkapan Maduro oleh pasukan Amerika Serikat pada awal Januari lalu mengubah peta kekuasaan secara drastis dan memaksa Caracas membuka jalan transisi yang selama ini nyaris mustahil terjadi.

Dalam konferensi pers pertamanya sebagai presiden sementara, Delcy Rodriguez tampil dengan pesan yang berbeda dari rezim sebelumnya. Ia mengusung narasi persatuan nasional, sembari menegaskan bahwa Venezuela kini bergerak menuju ruang politik yang lebih longgar, inklusif, dan toleran terhadap perbedaan pandangan.

“Venezuela sedang melangkah ke fase politik yang sepenuhnya baru,” ujar Rodriguez di Istana Kepresidenan, dikutip Kamis (15/1/2026).

Menurutnya, masa depan negara tidak lagi dibangun dengan represi, melainkan melalui penghormatan terhadap keberagaman ideologi yang selama bertahun-tahun ditekan.

Pengangkatan Rodriguez sebagai pemimpin transisi tidak lepas dari restu Washington. Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut memberi persetujuan pengambilalihan kekuasaan dengan prasyarat Caracas mengikuti garis kebijakan strategis AS. Langkah ini sekaligus menutup peluang bagi tokoh oposisi garis keras Maria Corina Machado, yang dinilai Washington belum memiliki legitimasi sosial memadai di dalam negeri.

Meski tersisih dari struktur kekuasaan sementara, Machado belum sepenuhnya mundur dari panggung politik. Ia dijadwalkan bertemu Trump di Gedung Putih untuk kembali mendorong transisi demokrasi menyeluruh, termasuk keterlibatan dirinya serta Edmundo González Urrutia, kandidat oposisi dalam pemilu 2024 yang disebut penuh kecurangan di era Maduro.

Di balik manuver politik tersebut, perhatian utama AS masih tertuju pada kepentingan strategis: cadangan minyak Venezuela. Namun, tekanan internasional juga mulai membuahkan hasil konkret di dalam negeri. Pemerintah sementara Caracas mengumumkan pembebasan besar-besaran tahanan politik, sebuah langkah yang selama ini menjadi tuntutan utama komunitas internasional.

Rodriguez menyebut sedikitnya 406 tahanan telah dibebaskan sejak Desember, dengan percepatan signifikan dalam sepekan terakhir. “Proses ini belum selesai dan akan terus berlanjut,” tegasnya. Klaim itu, bagaimanapun, dipandang lebih rendah oleh kelompok pemantau HAM Foro Penal, yang mencatat sekitar 180 orang dibebaskan. Sementara perhitungan independen AFP menunjukkan jumlah sekitar 70 orang sejak 8 Januari.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.