Pematangsiantar, Sinata.id – Upaya PSSI untuk merekrut pemain keturunan kembali menemui hambatan.
Bek tangguh Leeds United, Pascal Struijk, yang memiliki darah Indonesia dari garis ibunya, memutuskan tidak melanjutkan proses naturalisasi untuk membela Timnas Indonesia.
Keputusan ini cukup mengejutkan karena nama Struijk sebelumnya masuk dalam daftar target besar program naturalisasi federasi. Bek berusia 25 tahun itu dikenal konsisten di lini belakang Leeds dan kerap mendapat pujian media Inggris atas kontribusinya.
Fokus Karier di Liga Inggris
Struijk memilih memprioritaskan stabilitas serta perkembangan kariernya di kompetisi elite Inggris. Bermain di Premier League dinilainya sebagai tantangan besar untuk mengasah kualitas di level tertinggi.
Meski mengaku tersanjung dengan dukungan suporter Indonesia di media sosial, ia menegaskan fokus utama saat ini adalah membantu Leeds United bersaing dan bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
“Saya senang melihat antusiasme penggemar Indonesia. Itu menunjukkan betapa besarnya cinta mereka pada sepak bola. Namun saat ini prioritas saya adalah mengakhiri musim dengan kuat bersama Leeds,” ujar Struijk seperti dikutip dari ESPN Belanda, Sabtu (21/2/2026).
Struijk juga membuka peluang untuk suatu hari mendapat panggilan dari Timnas Belanda, dengan menekankan pentingnya konsistensi performa di level tertinggi.
Naturalisasi Bukan Sekadar Administrasi
Dalam beberapa tahun terakhir, PSSI memang agresif menjalankan program naturalisasi. Sejumlah pemain keturunan seperti Kevin Diks, Jay Idzes, dan Calvin Verdonk berhasil direkrut untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Kontribusi mereka cukup signifikan. Indonesia mampu menembus babak 16 besar Piala Asia 2023, naik dalam peringkat FIFA, serta melaju ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Namun, kasus Struijk menegaskan bahwa keputusan membela tim nasional sepenuhnya berada di tangan pemain.
Kontribusi Struijk di Leeds
Menurut laporan Football Fancast, Struijk bergabung dengan Leeds secara gratis dari Ajax pada musim panas 2018. Awalnya hanya tampil lima kali pada musim promosi, ia kemudian berkembang menjadi pilar pertahanan utama pada era pelatih Marcelo Bielsa.
Hingga kini, Struijk telah mencatat sekitar 184 penampilan untuk Leeds, membantu klub meraih promosi, dan beberapa kali mengenakan ban kapten. Pada musim 2025/2026, ia tetap menjadi pilihan utama, terutama setelah pelatih Daniel Farke menerapkan formasi tiga bek.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.