MENU
Paskah 2026 di HKBP Pematangsiantar, Ibadah Disiapkan Khusyuk dan Penu...
WA FB
Pematangsiantar

Paskah 2026 di HKBP Pematangsiantar, Ibadah Disiapkan Khusyuk dan Penuh Makna

J Editor : Jansen Siahaan | 01 Apr 2026 | 16:46 WIB
Paskah 2026 di HKBP Pematangsiantar, Ibadah Disiapkan Khusyuk dan Penuh Makna
Gereja HKBP Pematangsiantar. (sinata)

Pematangsiantar, Sinata.id – Menyambut Hari Raya Paskah 2026, Gereja HKBP Distrik V Sumatera Timur Resort Pematangsiantar telah mempersiapkan rangkaian ibadah secara matang guna memberikan pelayanan terbaik bagi jemaat.

Persiapan tersebut tidak hanya mencakup aspek teknis pelaksanaan ibadah, tetapi juga penguatan makna rohani bagi umat Kristiani.

Pengurus gereja, Yongki Panjaitan, menjelaskan bahwa rangkaian ibadah akan diawali dengan peringatan Jumat Agung yang dikemas secara khusyuk dan berfokus pada perenungan pengorbanan Yesus Kristus.

Pada Jumat Agung, ibadah utama akan dilaksanakan pukul 14.00 WIB dengan konsep serupa ibadah Minggu, namun secara khusus disertai perjamuan kudus. Sementara itu, ibadah pariatif yang biasanya berlangsung dalam dua sesi akan disederhanakan menjadi satu sesi, mengingat durasi ibadah utama diperkirakan berlangsung hingga sore hari.

“Untuk Jumat Agung, ibadah utama dilaksanakan pukul 14.00 WIB dengan perjamuan kudus. Ibadah pariatif tetap dilaksanakan pada sore hari, namun hanya satu sesi karena ibadah utama diperkirakan selesai sekitar pukul 17.00 WIB,” ujar Yongki, Rabu (1/4/2026).

Selanjutnya, pada perayaan Paskah, gereja akan menggelar tiga sesi ibadah, yakni ibadah subuh pukul 04.00 WIB, ibadah umum pukul 08.00–10.00 WIB, serta ibadah pariatif pada pukul 16.00–18.00 WIB.

Untuk mengantisipasi lonjakan jemaat, pihak gereja juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk pemasangan tratak di area gereja. Langkah ini dilakukan mengingat kehadiran jemaat diperkirakan tidak hanya berasal dari Pematangsiantar, tetapi juga dari luar daerah.

“Secara teknis dan visual, kami telah menyiapkan tratak karena mengantisipasi banyaknya jemaat yang hadir, termasuk dari luar daerah,” jelasnya.

[caption id="attachment_38448" align="aligncenter" width="750"] Pengurus Gereja HKBP Pematangsiantar. (sinata)[/caption]

Yongki menegaskan bahwa makna Jumat Agung bukan sekadar mengenang wafatnya Yesus Kristus, melainkan menjadi momentum untuk merenungkan pengorbanan dan kasih-Nya kepada umat manusia.

Menurutnya, melalui peringatan tersebut, jemaat diajak untuk memahami bahwa kehidupan tidak lepas dari penderitaan, kelemahan, dan kerendahan, sebagaimana yang dialami Yesus Kristus.

“Jumat Agung mengajarkan kita untuk merenungkan perjuangan Kristus. Dalam hidup, manusia juga akan menghadapi masa sulit, kerapuhan, dan penderitaan sebagai bagian dari perjalanan iman,” katanya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.