MENU
Pekerja Pelabuhan Diminta Siaga Hadapi Dampak Konflik Global
WA FB
News

Pekerja Pelabuhan Diminta Siaga Hadapi Dampak Konflik Global

G Editor : Gunawan Purba | 14 Mar 2026 | 14:40 WIB
Pekerja Pelabuhan Diminta Siaga Hadapi Dampak Konflik Global
Ilustrasi pekerja dan pelabuhan (AI)

Jakarta, Sinata.id - Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia Bersatu (SPPI Bersatu) mengingatkan seluruh pekerja pelabuhan di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia agar tetap bekerja secara profesional, solid, dan efektif di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Imbauan ini disampaikan menyusul konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas rantai pasok internasional.

Selain itu, pekerja pelabuhan juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan menjelang arus mudik Lebaran yang biasanya memicu lonjakan aktivitas di pelabuhan.

Perwakilan SPPI Bersatu, Dodi, menegaskan kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional menjadi tanggung jawab bersama seluruh pekerja pelabuhan.

Ia mengajak para pekerja tetap menjaga kekompakan dan profesionalisme agar pelayanan di pelabuhan berjalan optimal selama periode mudik.

“Kami mengajak seluruh pekerja pelabuhan tetap siaga dan profesional agar pelayanan arus mudik Lebaran di berbagai pelabuhan dapat berjalan lancar,” kata Dodi.

SPPI Bersatu juga menyoroti potensi dampak konflik global terhadap aktivitas pelayaran internasional. Ketegangan di Timur Tengah berisiko mengganggu jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz yang merupakan salah satu rute penting perdagangan energi dunia.

Jika jalur tersebut terganggu, harga minyak global dapat meningkat dan biaya operasional perusahaan pelayaran internasional ikut melonjak. Kondisi itu dinilai bisa berdampak tidak langsung pada operasional pelabuhan di Indonesia.

Dodi menjelaskan sejumlah perusahaan pelayaran internasional bahkan mulai melakukan penyesuaian rute pelayaran untuk menghindari kawasan konflik.

Perubahan jalur tersebut berpotensi menimbulkan keterlambatan kedatangan kapal serta memicu kepadatan di sejumlah pelabuhan internasional. Dampak lanjutan bisa dirasakan oleh pelabuhan yang dikelola Pelindo, khususnya terminal yang melayani aktivitas impor dan ekspor.

Karena itu, SPPI Bersatu meminta seluruh jajaran pelabuhan meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika konflik global yang berpotensi memengaruhi arus logistik nasional.

Menurut Dodi, efisiensi operasional pelabuhan menjadi faktor kunci untuk menjaga kelancaran distribusi barang dan mempertahankan daya saing ekonomi nasional.

Meski perdagangan domestik relatif stabil, dampak tidak langsung dari konflik global—seperti kenaikan harga energi, inflasi, serta gangguan rantai pasok internasional—tetap harus diantisipasi.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.