MENU
Pemerintah Genjot Program Bioetanol Demi Kemandirian Energi
WA FB
Berita

Pemerintah Genjot Program Bioetanol Demi Kemandirian Energi

G Editor : Gunawan Purba | 21 Feb 2026 | 16:59 WIB
Pemerintah Genjot Program Bioetanol Demi Kemandirian Energi
Bahlil Lahadalia

Washinton DC, Sinata.id – Pemerintah menegaskan komitmennya mempercepat kedaulatan energi nasional melalui kebijakan pencampuran bioetanol pada bahan bakar minyak. Program mandatori E5 hingga E10 dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah. Pernyataan itu disampaikannya kepada media saat kunjungan kerja di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026).

Menurut Bahlil, pencampuran etanol dalam bensin bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pemanfaatan sumber energi alternatif. Ia menilai kebijakan tersebut juga membuka peluang ekonomi baru di dalam negeri, khususnya bagi sektor industri berbasis energi terbarukan.

Selain itu, terkait kesepakatan perdagangan timbal balik antara Indonesia dan Amerika Serikat mengenai impor bioetanol, pemerintah menilai langkah tersebut bersifat sementara. Impor dilakukan untuk menutup kebutuhan domestik hingga kapasitas produksi nasional mampu mencukupi.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga memanfaatkan kebijakan tarif masuk nol persen untuk impor etanol. Skema ini dinilai memberikan keuntungan karena menekan harga bahan baku sehingga meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

Bahlil menambahkan, etanol tidak hanya dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar, tetapi juga menjadi komponen penting bagi berbagai sektor industri. Dengan biaya bahan baku yang lebih efisien, diharapkan struktur produksi nasional semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar global. (A18)

Sumber: Setkab

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.