MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Pemkab Taput Percepat Kawasan Pertanian Terpadu di Silait-lait, Digara...
WA FB
Regional

Pemkab Taput Percepat Kawasan Pertanian Terpadu di Silait-lait, Digarap di Lahan 50 Hektare

J Editor : Jansen Siahaan | 28 Apr 2026 | 10:00 WIB
Pemkab Taput Percepat Kawasan Pertanian Terpadu di Silait-lait, Digarap di Lahan 50 Hektare
Peninjauan lahan pertanian di di Desa Silait-lait, Kecamatan Siborong borong, Kabupaten Tapanuli Utara. (diskominfotaput)

Taput, Sinata.id — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Henry M.M. Sitompul melakukan peninjauan lapangan dalam rangka percepatan dan optimalisasi pematangan lahan Kawasan Pertanian Terpadu di Desa Silait-lait, Kecamatan Siborongborong, Senin (27/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) XII Tarutung, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Taput, perangkat daerah teknis, Perseroda, Camat Siborongborong, unsur Forkopimca, serta kepala desa setempat.

Dalam peninjauan itu, rombongan melihat langsung proses pematangan lahan yang didukung alat berat di area seluas kurang lebih 50 hektare, yang termasuk dalam kawasan Area Penggunaan Lain (APL) Hutan Sijaba.

Kawasan Pertanian Terpadu di Desa Silait-lait diproyeksikan menjadi etalase pertanian modern berbasis teknologi di Kabupaten Taput. Kawasan ini tidak hanya difungsikan sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, inovasi, dan kolaborasi bagi petani, akademisi, serta pelaku usaha agribisnis.

Pengembangan kawasan ini mengintegrasikan berbagai teknologi, seperti sistem irigasi cerdas, penggunaan alat dan mesin pertanian modern, serta pemanfaatan data berbasis digital. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi pengelolaan sektor pertanian.

Selain itu, kawasan ini dirancang sebagai model percontohan pertanian berkelanjutan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Generasi muda pun didorong untuk terlibat, sehingga pertanian tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan tradisional, melainkan sektor yang inovatif dan menjanjikan.

Kehadiran kawasan tersebut juga membuka peluang ekonomi baru, mulai dari pengolahan hasil pertanian hingga pengembangan agrowisata yang berpotensi menarik minat masyarakat luas.

Dalam kesempatan itu, Sekda Henry menekankan agar proses pematangan lahan dapat segera diselesaikan.

“Namun, tetap kita menunggu masa panen apabila masih terdapat tanaman milik masyarakat di lokasi tersebut,” ujarnya di hadapan rombongan dan warga.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, Desa Silait-lait dinilai berpotensi menjadi pusat transformasi pertanian di Taput. Kawasan ini diharapkan menjadi simbol penguatan sektor pertanian yang modern, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi. (SN15)

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.