Tanjungbalai, Sinata.id – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai menggelar rapat koordinasi bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara (Sumut) (Persero) di Kantor Wilayah Divre I PT KAI Sumut.
Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan pengelolaan aset PT KAI, perpanjangan kerja sama Pasar TPO (Pasar Monza), serta penataan lingkungan di sejumlah aset strategis, khususnya kawasan Emplasmen Teluk Nibung yang saat ini dihuni warga, Senin (19/1/2026).
Rapat dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungbalai, Nurmalini Marpaung, didampingi Kepala Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPD) Siti Fatimah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Wiwi Fitria, Kepala Bidang Pendapatan Ade Faradilla Nasution, serta jajaran BPKPD dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagper) Kota Tanjungbalai.
Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung menjelaskan bahwa masa kontrak aset Pasar TPO telah berakhir pada 8 Juni 2020. Oleh karena itu, Pemko Tanjungbalai memandang perlu dilakukan perpanjangan nota kesepahaman (MoU) agar pemerintah daerah dapat kembali menarik Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta retribusi pelayanan pasar sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Koordinasi ini merupakan langkah strategis Pemko Tanjungbalai untuk menata kembali aset PT KAI, termasuk Pasar TPO dan kawasan Emplasmen Teluk Nibung, sehingga pemanfaatannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Sekda Nurmalini.
Ia berharap sinergi antara Pemko Tanjungbalai dan PT KAI Divre I Sumut dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset lahan milik PT KAI secara legal, tertib, dan berkelanjutan.
Menurutnya, kolaborasi yang terencana akan mendorong kemajuan kota serta peningkatan kualitas layanan transportasi perkeretaapian.
Sementara itu, PT KAI Divre I Sumut yang diwakili Manager Aset Agus Setiawan, didampingi Manager Penjagaan Aset Dasril beserta jajaran, menyambut baik usulan yang disampaikan Pemko Tanjungbalai. PT KAI menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti pembahasan tersebut dengan menyusun grand design penataan dan pemanfaatan aset.
“Dalam waktu dekat, PT KAI akan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah aset milik PT KAI yang berada di Kota Tanjungbalai. Hasil peninjauan tersebut akan menjadi dasar pertemuan lanjutan antara pimpinan PT KAI dan Wali Kota Tanjungbalai guna merumuskan langkah kerja sama ke depan,” ujar Agus Setiawan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.