Cisarua, Sinata.id — Hujan yang turun tanpa henti berubah menjadi bencana dalam hitungan menit. Lereng perbukitan di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, runtuh dan menyapu permukiman warga, memaksa puluhan keluarga berlari menyelamatkan diri di tengah gelap dan hujan deras.
Peristiwa longsor terjadi saat sebagian besar warga tengah beristirahat. Tanah yang labil tiba-tiba amblas, disusul suara gemuruh keras sebelum material tanah, batu, dan pohon menghantam rumah-rumah di bawahnya. Sejumlah warga mengaku hanya memiliki waktu beberapa detik untuk keluar dari rumah sebelum bangunan mereka tertimbun.
“Begitu dengar suara besar dari atas, kami langsung keluar. Tidak sempat menyelamatkan barang apa pun,” tutur seorang warga korban longsor, dikutip Senin (26/1/2026).
Rekaman amatir warga yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kepanikan saat longsor terjadi. Dalam video tersebut, terdengar teriakan meminta tolong dan tangisan anak-anak yang terpisah dari orang tuanya. Video itu memicu keprihatinan publik dan mempercepat perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi korban.
Gubernur Jabar Turun ke Lokasi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi langsung kawasan terdampak longsor untuk memastikan penanganan darurat berjalan. Di hadapan warga pengungsi, Dedi mengaku prihatin melihat kondisi permukiman yang rata dengan tanah serta trauma yang dialami para korban, terutama anak-anak dan lansia.
Ia menilai warga tidak bisa terlalu lama bertahan di posko darurat karena kondisi psikologis yang rentan. Karena itu, pemerintah provinsi menyiapkan langkah cepat berupa bantuan tunai.
“Saya siapkan bantuan awal Rp10 juta per kepala keluarga. Uang ini bisa digunakan untuk mengontrak rumah sementara agar warga tidak terus tinggal di lokasi rawan,” ujar Dedi saat berbincang dengan pengungsi.
Menurut Dedi, bantuan tersebut bersifat darurat sambil menunggu keputusan lebih lanjut terkait relokasi permanen bagi warga yang rumahnya berada di zona merah longsor.
Sementara itu, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan penyisiran di lokasi longsor. Proses evakuasi berjalan sulit karena tebalnya material longsoran dan kondisi tanah yang masih labil.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.