MENU
Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Dukono Dilanjutkan
WA FB
Regional

Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Dukono Dilanjutkan

T Editor : Tigor Munthe | 09 May 2026 | 14:02 WIB
Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Dukono Dilanjutkan
Kolom abu berwarna putih kelabu kehitaman dari erupsi gunung api Dukono terlihat dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5/2026) pukul 07.44 WIT. (Foto: Pos PGA Dukono).

JAKARTA, Sinata.id  — Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap tiga pendaki yang hilang pascaerupsi Gunung Dukono pada Sabtu (9/5/2026).

Pencarian hari kedua difokuskan pada area yang sebelumnya diduga menjadi lokasi keberadaan para pendaki berdasarkan hasil penyisiran tim sehari sebelumnya. 

Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Utara, Henjte M.L. Hetharia, mengatakan operasi pencarian tetap mengutamakan keselamatan personel mengingat aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih tinggi.

Berdasarkan hasil pencarian pada Jumat (8/5/2026), keberadaan dua warga negara asing (WNA) sempat terdeteksi.

Namun proses evakuasi belum dapat dilakukan karena medan yang ekstrem serta meningkatnya aktivitas vulkanik di kawasan gunung api tersebut.

Tim SAR gabungan pun diminta bergerak hati-hati dan mengikuti rekomendasi Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono. 

Informasi sementara menyebutkan dua WNA itu berada sekitar 20 hingga 30 meter dari bibir kawah utama.

Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya sehingga memerlukan strategi evakuasi yang matang dengan mempertimbangkan keselamatan seluruh personel di lapangan.

Sementara itu, satu pendaki warga negara Indonesia (WNI) hingga kini masih belum terdeteksi keberadaannya.

Tim SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian dengan dukungan personel, peralatan, dan logistik yang telah disiagakan di lokasi operasi. 

Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi Pos PGA Dukono melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang berstatus Level II atau Waspada masih tergolong tinggi.

Status tersebut telah berlaku sejak 13 Juni 2008, sementara radius bahaya sejauh empat kilometer dari kawah aktif telah ditetapkan sejak 11 Desember 2024. 

Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat beberapa kali erupsi terjadi pada Sabtu (9/5/2026).

Erupsi pertama berlangsung pukul 01.57 WIT disertai lontaran lava pijar yang terpantau dari Pos PGA Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara.

Erupsi kembali terjadi pukul 06.10 WIT dengan kolom abu mencapai sekitar 3.000 meter di atas puncak dan mengarah ke utara.

Selanjutnya erupsi juga tercatat pada pukul 07.31 WIT dan 09.12 WIT dengan tinggi kolom abu sekitar 2.000 meter di atas puncak.

Kemudian pada pukul 11.07 WIT, kolom abu kembali terpantau setinggi 900 meter mengarah ke timur laut, timur, dan tenggara. 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.