MENU
Penjambret Rindy Liviani Alami Patah Tulang
WA FB
News

Penjambret Rindy Liviani Alami Patah Tulang

T Editor : Tumpal Pandapotan | 11 Jun 2025 | 12:14 WIB
Penjambret Rindy Liviani Alami Patah Tulang
Dua penjambret mendapatkan perawatan medis. Ist

Pematangsiantar, Sinata.id - Dua penjambret Rindy Liviani (20) kini sedang menjalani perawatan intensif di RS Vita Insani, Pematangsiantar. Keduanya mengalami luka serius setelah diamuk massa usai melakukan aksi perampokan yang berujung meninggalnya korban, Senin siang, 9 Juni 2025.

Ps Kasi Humas Polres Pematangsiantar Iptu Agustina Triyadewi menjelaskan, salah satu pelaku sempat tidak sadarkan diri, sementara pelaku lainnya mengalami patah tulang. Keduanya disebut bernama Nanda dan Aditya

Keduanya pertama kali dibawa ke RSUD Djasamen Saragih setelah diamankan dari amukan massa yang tersulut emosi.

"Namun karena keterbatasan fasilitas dan ketiadaan dokter ortopedi di rumah sakit tersebut, keduanya kemudian dirujuk ke RS Vita Insani untuk mendapatkan penanganan lanjutan," kata Agustina, Selasa (10/6/2025).

Aksi jambret terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Sigulang Gulang, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar.

Korban dalam peristiwa ini adalah dua wanita muda. Satu di antaranya, Rindy Liviani (20), meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara korban lainnya, Suci Ayu Ningsih (21), masih selamat dan kini juga tengah dirawat di rumah sakit. Sepeda motor korban disebut menabrak pohon media jalan.

Sedangkan kedua pelaku bertabrakan dengan mobil minibus Suzuki Ertiga, sehingga warga sekitar langsung mengejar dan menangkap kedua pelaku sebelum polisi tiba. Amukan massa membuat kondisi pelaku cukup parah sebelum akhirnya diamankan oleh aparat kepolisian.

Pihak kepolisian menyampaikan bahwa kedua pelaku akan diproses hukum setelah kondisi kesehatan mereka stabil.

"Mereka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Agustina. (*)

Pamit Mencari Pekerjaan

Ayah korban, Nurdin, menceritakan, Rindy keluar dari rumah untuk berpamitan mencari pekerjaan di pabrik pengalengan Panei Tongah, Kabupaten Simalungun. Rindy berangkat dari kediamannya di Nagori Bayi Muslimin, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.

Tetapi dalam perjalanan, Rindy menjadi korban jambret sampai terlibat kecelakaan tragis yang berujung hilangnya nyawa. Keluarga Nurdin mendapat kabar tentang ini.

Nurdin dan keluarga tak kuasa menahan tangis begitu mendapat kabar kepulangan anak kedua dari empat bersaudara tersebut. Mereka kemudian bergerak ke rumah sakit melihat jasad Rindy.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.