Maknanya: Saat Anda menyembah dengan air mata—baik karena beban berat maupun karena rasa syukur yang meluap—Tuhan sedang memproses "benih" tersebut menjadi sukacita di masa depan.
*Kesimpulan*
Penyembahan sejati dari hati yang mencucurkan air mata adalah sebuah momen kejujuran tanpa topeng. Itu adalah saat di mana ego kita runtuh, dan yang tersisa hanyalah kerinduan yang mendalam akan hadirat Tuhan. Air mata tersebut adalah "dupa" yang harum di hadapan takhta-Nya karena itu datang dari kedalaman jiwa, bukan sekadar rutinitas agama.
Kiranya setiap air mata yang kita curahkan di hadapan Tuhan bukan menjadi tanda keputusasaan, melainkan bukti iman yang hidup. Sebab Tuhan adalah Allah yang dekat dengan orang yang patah hati dan yang remuk jiwanya tidak pernah Ia abaikan.
Seperti tertulis dalam firman-Nya:
“TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.”
(Mazmur 34:19)
Biarlah penyembahan kita tidak berhenti pada kata dan lagu, tetapi menjadi persembahan hidup yang jujur, rendah hati, dan penuh penyerahan.
Dari air mata yang tulus, Tuhan menghadirkan pemulihan; dari hati yang remuk, Ia membangkitkan pengharapan baru.
Sebab di hadapan Tuhan, air mata orang percaya tidak pernah jatuh sia-sia *.(A27).
Tuhan Yesus memberkati kita semua
Cp konseling dan Doa permohonan
0811762709 Pdt Manser Sagala MTh
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.