MENU
Penyerahan kepada Yesus: Jalan Iman Menuju Hidup yang Berkenan kepada...
WA FB
Religi

Penyerahan kepada Yesus: Jalan Iman Menuju Hidup yang Berkenan kepada Allah

F Editor : Ferry SP Sinamo | 16 Dec 2025 | 11:29 WIB
Penyerahan kepada Yesus: Jalan Iman Menuju Hidup yang Berkenan kepada Allah
Pdt. Manser Sagala, M.Th.

Oleh: Pdt Manser Sagala,M.Th

Penyerahan totalitas kepada Yesus Kristus merupakan inti dari kehidupan iman Kristen yang sejati. Dalam istilah teologis, konsep ini dikenal sebagai Total Dedication atau Consecration, yakni tindakan iman di mana seseorang secara sadar dan sukarela menyerahkan seluruh aspek hidupnya—pikiran, kehendak, kepemilikan, serta masa depan—ke dalam kendali dan kehendak Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Penyerahan ini menegaskan bahwa hidup orang percaya bukan lagi milik dirinya sendiri, melainkan milik Kristus yang telah menebusnya dengan harga yang mahal.

Secara teologis dan praktis, penyerahan totalitas mencakup empat dimensi utama yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

Pertama, penyerahan kehendak. Inilah inti terdalam dari penyerahan total kepada Tuhan, yaitu mengganti “kehendakku” dengan “kehendak-Mu.” Orang percaya dipanggil untuk melepaskan keinginan pribadi, rencana hidup, serta ambisi duniawi yang tidak selaras dengan kehendak Allah. Dalam praktiknya, hal ini diwujudkan melalui pengambilan keputusan yang berlandaskan ketaatan kepada Tuhan, bukan semata-mata kenyamanan atau keuntungan pribadi. Teladan sempurna penyerahan kehendak ini ditunjukkan oleh Yesus sendiri dalam doa-Nya di Taman Getsemani sebagaimana tertulis dalam Lukas 22:42.

Kedua, penyerahan kepemilikan. Penyerahan totalitas berarti mengakui Yesus sebagai Pemilik atas segala sesuatu yang kita miliki—waktu, harta benda, talenta, karier, bahkan tubuh kita. Semua itu bukan milik pribadi, melainkan titipan Tuhan yang harus dikelola untuk kemuliaan-Nya. Sikap ini diwujudkan melalui kerelaan memberi dengan sukacita, menggunakan talenta bagi pelayanan, serta menjaga tubuh sebagai bait Roh Kudus. Kebenaran ini ditegaskan dalam 1 Korintus 6:19–20 yang menyatakan bahwa orang percaya telah dibeli dengan harga yang mahal.

Ketiga, penyerahan diri secara penuh. Penyerahan ini menyentuh identitas hidup orang percaya. Hidup lama yang dikuasai dosa dan ego ditanggalkan, lalu digantikan dengan identitas baru di dalam Kristus. Rasul Paulus menyebutnya sebagai “persembahan yang hidup.” Artinya, seluruh hidup dijalani sebagai ibadah kepada Allah—sebuah komitmen harian untuk hidup kudus, meninggalkan dosa, dan terus berjalan dalam ketaatan kepada Kristus, sebagaimana dinyatakan dalam Roma 12:1.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.