MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Perjalanan Hidup Atalya, Ratu Berdarah dalam Alkitab: Ambisi, Kekejama...
WA FB
Religi

Perjalanan Hidup Atalya, Ratu Berdarah dalam Alkitab: Ambisi, Kekejaman, dan Kedaulatan Tuhan

F Editor : Ferry SP Sinamo | 06 Jun 2026 | 05:00 WIB
Perjalanan Hidup Atalya, Ratu Berdarah dalam Alkitab: Ambisi, Kekejaman, dan Kedaulatan Tuhan
Pdt Manser sagala MTh

Jika Atalya berhasil membunuh semua keturunan Daud, maka janji Tuhan gagal, dan garis keturunan Mesias (Yesus Kristus) akan terputus.

​Namun, rencana manusia tidak bisa menggagalkan rencana Tuhan. Melalui keberanian Yoseba (putri raja Yoram, saudari Ahazia) dan suaminya, Imam Yoyada, seorang bayi bernama Yoas (anak Ahazia) berhasil diselamatkan secara diam-diam.

​"Tetapi Yoseba, anak perempuan raja Yoram... mengambil Yoas anak Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu... sehingga Atalya tidak membunuh dia. Maka tinggallah Yoas bersama-sama mereka enam tahun lamanya dengan bersembunyi di rumah Allah, sementara Atalya memerintah negeri itu." — 2 Raja-raja 11:2-3

4. Kudeta Suci dan Akhir Hidup sang Ratu Berdarah

Pada tahun ketujuh, Imam Yoyada mengumpulkan para panglima dan pengawal yang setia untuk melakukan sebuah gerakan rahasia. Di dalam Bait Allah, Yoas yang baru berusia 7 tahun diperkenalkan dan dinobatkan sebagai raja yang sah sesuai janji Tuhan. ​Mendengar suara sorak-sorai rakyat dan tiupan nafiri, Atalya berlari ke Bait Allah dan menyadari bahwa kekuasaannya telah runtuh.

​"Ketika Atalya mendengar suara rakyat yang berlari-lari... datanglah ia kepada rakyat ke dalam rumah TUHAN. Lalu dilihatnyalah raja berdiri dekat tiang menurut kebiasaan... Maka Atalya mengoyakkan pakaiannya sambil berseru: 'Khianat, khianat!'" — 2 Raja-raja 11:13-14 ​Imam Yoyada memerintahkan agar Atalya tidak dibunuh di dalam area suci Bait Allah.

Pengawal pun menangkapnya, membawanya keluar, dan mengeksekusinya di dekat istana. ​"Lalu mereka menangkap perempuan itu. Pada waktu ia sampai ke jalan masuk kereta ke istana raja, dibunuhlah ia di sana." — 2 Raja-raja 11:16 ​Kematian Atalya membawa kelegaan yang besar bagi seluruh negeri. Kuil-kuil Baal dihancurkan, dan ibadah kepada Tuhan dipulihkan kembali. ​"Seluruh rakyat negeri bersukaria dan kota itu aman, setelah Atalya mati dibunuh dengan pedang di istana raja." — 2 Tawarikh 23:21

​Pelajaran Iman dari Kisah Atalya ​Dosa Generasional Itu Nyata: Atalya mewarisi kekejaman dan kefasikan ibunya, Izebel. Apa yang kita tanam dalam keluarga kita, kemungkinan besar akan dituai oleh anak-cucu kita.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.