MENU
Perkuat Pengendalian Harga, TPID Siantar Siapkan Gerakan Pangan Murah
WA FB
Berita

Perkuat Pengendalian Harga, TPID Siantar Siapkan Gerakan Pangan Murah

G Editor : Gunawan Purba | 18 Feb 2026 | 19:41 WIB
Perkuat Pengendalian Harga, TPID Siantar Siapkan Gerakan Pangan Murah
FGD TPID Pematangsiantar

Pematangsiantar, Sinata.id - Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar dan Bank Indonesia (BI) yang tergabung pada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) perkuat langkah pengendalian harga semasa Ramadhan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Tracking Inflasi Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang digelar di Aula TB Simatupang Lantai 4, Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar, Jalan H Adam Malik, Rabu (18/2/2026).

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi hadir bersama Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman, unsur TPID, perwakilan BPS, serta sejumlah OPD terkait.

Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman menyampaikan, tekanan inflasi di Pematangsiantar cenderung tinggi dalam beberapa bulan terakhir dan masih berada di atas target nasional.

“Komoditas penyumbang inflasi di Kota Pematangsiantar yakni emas perhiasan, tomat, ikan dencis, sawi putih, dan ikan asin teri. Sedangkan deflasi yakni cabai merah, andaliman, cabai rawit, wortel, dan kangkung,” katanya.

Ahmadi menegaskan, di dua bulan pertama tahun 2026 beberapa komoditas masih berada dalam tren harga tinggi. Menurutnya, pengendalian inflasi harus dilakukan sedini mungkin karena HBKN sudah dekat.

“Pengendalian inflasi perlu dilakukan sedini mungkin terutama untuk komoditas telur, beras, dan daging ayam ras,” jelasnya.

Sekda Junaedi Sitanggang menyampaikan, Kota Pematangsiantar mengalami deflasi secara month to month (mtm), sedangkan year over year (yoy) mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Namun ia menegaskan kondisi tersebut belum menjadi kabar menggembirakan.

“Kita masih di atas target nasional 2,5±1% yang menjadi syarat untuk semua daerah menekan laju inflasi,” ucapnya.

Junaedi juga menyampaikan Pemko telah menyiapkan strategi melalui pengadaan cold storage yang dicanangkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

“Nanti teknis peletakan dan penempatannya kita tindak lanjuti bersama PD PHJ dan TPID Kota Pematangsiantar. Kita juga butuh referensi komoditas apa saja serta jadwal intervensi harga untuk pasar murah maupun operasi pasar, yang sumbernya dari data-data BPS,” tuturnya.

Perwakilan BPS dalam FGD tersebut mengingatkan, menjelang puasa dan Lebaran terdapat komoditas yang hampir selalu mempengaruhi inflasi.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.