Banyak yang menilai Sahara semakin menunjukkan sikap yang justru merugikan dirinya sendiri.
Fakta Lain yang Terkuak
Yai Mim juga menceritakan momen lain yang membuatnya merasa dijebak.
Pernah, Sahara masuk ke rumah bersama anaknya, lalu mengunci pintu.
Ia bahkan menuding cabul hanya karena Yai Mim mengenakan celana pendek di rumah sendiri.
Dalam kesempatan lain, saat mahasiswa datang untuk belajar, Sahara menuduh Yai Mim menghadirkan massa untuk mengintimidasi.
Padahal, menurut Rose, suasana kala itu justru santai.
Mahasiswa bergoyang mengikuti musik karaoke dari garasi Sahara.
“Itu bukan intimidasi, tapi salah paham,” tegasnya.
Perang di Dunia Maya
Kasus ini memperlihatkan bagaimana framing di media sosial bisa menghancurkan reputasi seseorang dalam sekejap.
Sahara konsisten mengunggah video dengan narasi menyudutkan.
Sebaliknya, klarifikasi Yai Mim baru muncul belakangan, setelah reputasinya telanjur tercoreng.
Namun, ketika kebenaran mulai terbuka, netizen pun belajar untuk tidak menelan mentah-mentah informasi sepihak.
Kini, publik mulai melihat Yai Mim sebagai korban framing.
Dukungan moral terus mengalir.
Banyak yang menyayangkan ia harus kehilangan pekerjaannya sebagai dosen akibat fitnah.
Sebagian netizen bahkan menyerukan agar kasus ini dibawa ke ranah hukum.
“Kalau benar difitnah, jangan diam. Laporkan!” tulis seorang pengguna.
Hingga kini, konflik belum benar-benar padam.
Meski publik mulai membela Yai Mim, Sahara tampaknya terus mencari cara mempertahankan narasinya. (A46)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.