Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya penguatan konsep ekoteologi yang menjadi salah satu prioritas Kementerian Agama. Nilai-nilai keagamaan, menurutnya, harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan kehidupan sosial.
“Ekoteologi tidak boleh berhenti pada gagasan atau seminar. Kampus harus menghadirkan aksi nyata yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Rektor IAIN Curup, Idi Warsah, menjelaskan bahwa transformasi menuju UIN telah menjadi agenda pengembangan institusi yang dipersiapkan secara bertahap.
Menurutnya, penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan program studi, serta perluasan kontribusi kepada masyarakat terus dilakukan sebagai bagian dari proses transformasi kelembagaan.
IAIN Curup menargetkan perubahan status menjadi UIN dapat terwujud pada tahun 2028 dengan tetap menjaga kualitas akademik serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan daerah dan kemajuan masyarakat. (*)
Sumber: Kemenag
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.