Jakarta, Sinata.id – Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang digelar di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan.
Kedua negara menunjukkan sikap tegas masing-masing dalam isu strategis yang dibahas.
Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden J.D. Vance.
Dalam keterangannya, ia menyebut Washington telah mengajukan sejumlah proposal kepada pihak Teheran, termasuk permintaan agar Iran menghentikan pengembangan program nuklir di masa depan.
Namun, usulan tersebut tidak diterima oleh delegasi Iran.
Selain itu, pembahasan terkait stabilitas Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak dunia—juga tidak menghasilkan titik temu.
Pihak Amerika Serikat menilai telah menunjukkan sikap kompromistis selama negosiasi berlangsung, tetapi tidak mendapat respons positif.
“Amerika Serikat telah menetapkan batas yang jelas terkait hal-hal yang dapat dan tidak dapat dinegosiasikan,” ujar Vance.
Di sisi lain, Iran mengklaim telah menjalani proses dialog secara maksimal, dengan total durasi negosiasi mencapai sekitar 20 jam.
Teheran menilai tuntutan Washington menjadi hambatan utama dalam tercapainya kesepakatan.
Ketegangan antara kedua negara tidak hanya berkutat pada isu nuklir, tetapi juga mencakup keamanan kawasan, khususnya di Selat Hormuz.
Wilayah ini memiliki peran strategis dalam distribusi energi global, sehingga potensi konflik dapat berdampak luas terhadap stabilitas harga minyak dunia.
Kegagalan perundingan ini terjadi di tengah harapan bahwa jalur diplomasi mampu meredakan konflik yang telah berlangsung lama.
Namun, hasil yang dicapai menunjukkan bahwa perbedaan posisi antara kedua negara masih signifikan.
Pengamat internasional menilai situasi ini berpotensi memperpanjang ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Risiko eskalasi konflik pun dinilai masih terbuka jika tidak ada langkah lanjutan yang lebih konstruktif.
Meski demikian, Amerika Serikat disebut masih membuka peluang untuk melanjutkan dialog.
Namun, Washington menegaskan bahwa proposal yang telah diajukan merupakan tawaran terbaik yang tersedia saat ini.
Dengan kondisi yang semakin kompleks, perhatian dunia kini tertuju pada langkah berikutnya dari kedua negara dalam menentukan arah hubungan dan stabilitas kawasan. (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.