Sinata.id - Di tengah kepungan banjir Aceh yang melanda sejumlah wilayahnya, sebuah adegan menyentuh justru terekam di lokasi terdampak. Dukungan moral tidak datang dari pejabat kepada warga, melainkan sebaliknya, dari korban bencana kepada pemimpin mereka, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem.
Momen tersebut beredar luas setelah diunggah akun Instagram @fuadbakh23, dikutip Rabu (17/12/2025).
Video itu langsung menyita perhatian publik karena menampilkan keteguhan hati masyarakat Aceh di tengah situasi sulit, sekaligus potret relasi emosional antara rakyat dan pemimpinnya.
Dalam rekaman tersebut, seorang pria yang diketahui sebagai warga terdampak banjir tampak memanggul logistik bantuan.
Ia berjalan menyusuri jalan berlumpur, sisa terjangan banjir yang merendam kawasan tersebut.
Namun, yang paling mencuri perhatian bukan hanya perjuangannya membawa bantuan, melainkan pesan lantang yang ia sampaikan.
Dengan suara tegas, pria itu menyuarakan dorongan moral kepada Gubernur Aceh.
Ia meminta Mualem tetap berdiri kuat dan tidak larut dalam kesedihan, karena rakyat membutuhkan pemimpin yang tegar di masa krisis.
“Mualem jangan nangis-nangis lagi,” ucapnya dengan nada serius.
Pesan itu kemudian dilanjutkan dengan kilas balik perjalanan panjang Aceh menghadapi berbagai cobaan sejarah.
Ia menyebut konflik bersenjata, bencana tsunami, gempa di wilayah dataran tinggi Gayo, hingga pandemi Covid-19 sebagai rangkaian ujian yang telah dilewati bersama.
“Konflik Aceh sudah kita hadapi, damai sudah kita pelihara. Tsunami Aceh sudah kita lalui, gempa di Tanoh Gayo juga sudah kita hadapi,” katanya.
Tak berhenti di situ, pria tersebut kembali menegaskan bahwa bencana longsor dan banjir yang terjadi saat ini adalah bagian dari ujian yang juga bisa dilewati dengan kebersamaan.
“Covid-19 sudah kita lalui juga, longsor dan banjir sama-sama kita hadapi,” lanjutnya.
Dalam pesannya, ia menekankan bahwa keteguhan masyarakat sangat bergantung pada keteguhan pemimpinnya.
Menurutnya, ketika pemimpin goyah, semangat rakyat pun bisa ikut runtuh.
“Jangan nangis-nangis lagi, masyarakat bersamamu Mualem,” ujarnya.
Pesan itu ditutup dengan pernyataan bernuansa historis yang menggambarkan karakter Aceh sebagai wilayah yang ditempa oleh perjuangan panjang.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.