MENU
Pesawat ATR 42 Jatuh di Sulsel, SAR Terkendala Kabut dan Medan Terjal
WA FB
Hukum & Peristiwa

Pesawat ATR 42 Jatuh di Sulsel, SAR Terkendala Kabut dan Medan Terjal

J Editor : Jansen Siahaan | 18 Jan 2026 | 13:09 WIB
Pesawat ATR 42 Jatuh di Sulsel, SAR Terkendala Kabut dan Medan Terjal
Serpihan badan pesawat yang jatuh. (antara)

Maros, Sinata.id – Tim SAR gabungan dikerahkan untuk mencari korban pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Proses pencarian hingga kini masih terkendala kondisi cuaca berkabut serta medan yang terjal.

Komandan Kodim 1421/Pangkep, Letkol Czi Bhakti Yuhandika, mengatakan bahwa tim gabungan telah menurunkan empat regu pencarian dari berbagai jalur yang memungkinkan menjadi lokasi jatuhnya pesawat.

“Tim gabungan sudah menurunkan empat tim. Namun, pencarian terkendala kabut dan angin kencang, sehingga ada sedikit hambatan di lapangan,” ujar Bhakti, dikutip dari detikSulsel, Minggu (18/1/2026).

Ia menjelaskan, tim pencarian dibagi ke dalam empat jalur berbeda. Tim pertama bergerak dari kawasan Bulusaraung dengan metode penurunan vertikal, sementara tim lainnya mencoba menembus jalur vertikal melalui jalan poros.

“Tim gabungan dibagi menjadi empat. Tim satu berada di Bulusaraung dengan proses penurunan vertikal ke bawah, sedangkan tim tiga dan empat mencoba turun vertikal melalui jalan poros,” jelasnya.

Pihak TNI bersama tim SAR juga telah menyiapkan opsi jalur evakuasi apabila korban berhasil ditemukan. Evakuasi diperkirakan akan dilakukan melalui jalur darat.

“Sementara ini ada dua opsi evakuasi. Jika posisi korban lebih dekat ke Bulusaraung, maka evakuasi akan diarahkan ke sana. Namun, jika berada di sekitar jalan, evakuasi akan dilakukan ke arah bawah menuju ibu kota Kecamatan Balocci,” katanya.

Sementara itu, pencarian pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) juga terkendala cuaca buruk dan awan tebal. Pesawat tersebut diduga jatuh di wilayah Kabupaten Maros sekitar pukul 13.00 WITA pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menyebutkan kondisi cuaca di lokasi pencarian masih belum mendukung.

“Kondisi di lapangan dari hasil penyisiran Basarnas menunjukkan cuaca kurang mendukung untuk pencarian, karena awan tebal menghalangi pandangan, ditambah kondisi gelap pada malam hari,” ujarnya di Makassar, dikutip dari Antara, Minggu (18/1/2026).

Operasi SAR ini melibatkan tim gabungan dari Basarnas, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya, termasuk AirNav Indonesia.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.