“Kami bertani hanya untuk mengisi perut. Bayam yang kami tanam pun diratakan semua,” ujarnya dengan nada sedih.
Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Simalungun terkait tuntutan para petani. (SN14)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.