MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Planet Baru Berbau Telur Busuk Ditemukan, Permukaannya Dipenuhi Lautan...
WA FB
Sains & Teknologi

Planet Baru Berbau Telur Busuk Ditemukan, Permukaannya Dipenuhi Lautan Magma

J Editor : Jansen Siahaan | 13 May 2026 | 07:15 WIB
Planet Baru Berbau Telur Busuk Ditemukan, Permukaannya Dipenuhi Lautan Magma
Planet L 98-59 d. (magnific)

Jakarta, Sinata.id – Para ilmuwan dari Universitas Oxford berhasil menemukan jenis planet baru di luar Tata Surya yang dipenuhi lautan magma dan mengandung belerang dalam jumlah besar.

Penemuan ini disebut menjadi salah satu temuan paling mengejutkan dalam dunia astronomi modern.

Planet tersebut diberi nama L 98-59 d dan berada sekitar 35 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Volans. Planet ini mengorbit bintang kecil berwarna merah dan memiliki ukuran sekitar 1,6 kali lebih besar dibandingkan Bumi.

Meski ukurannya lebih besar, kepadatan planet tersebut justru lebih rendah dari perkiraan sehingga membuat para ilmuwan yakin bahwa L 98-59 d merupakan jenis planet baru yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya.

Tim peneliti dari Universitas Oxford bersama sejumlah ilmuwan internasional menggunakan simulasi komputer canggih untuk mempelajari struktur dan sejarah pembentukan planet tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bagian dalam L 98-59 d dipenuhi batuan cair menyerupai lava yang membentuk lautan magma sangat luas dan dalam.

Berbeda dengan Bumi yang memiliki kerak padat, lautan magma di planet ini diperkirakan tetap cair selama miliaran tahun.

“Penemuan ini menunjukkan kategori planet yang selama ini digunakan para astronom mungkin terlalu sederhana,” ujar peneliti utama, Harrison Nicholls, dikutip dari laman resmi Universitas Oxford, Selasa (12/5/2026).

Teleskop luar angkasa James Webb pada 2024 juga mendeteksi keberadaan gas belerang dalam jumlah besar di atmosfer planet tersebut.

Salah satu gas yang ditemukan adalah hidrogen sulfida, senyawa yang dikenal memiliki aroma menyengat seperti telur busuk.

Para ilmuwan meyakini sinar dari bintang induk memicu reaksi kimia di atmosfer, sementara lautan magma di bawah permukaan terus melepaskan gas belerang secara perlahan selama miliaran tahun.

Gas tersebut juga diduga menciptakan efek rumah kaca ekstrem yang membuat suhu planet tetap sangat panas.

Penelitian menyebut L 98-59 d kemungkinan awalnya merupakan planet yang jauh lebih besar dengan atmosfer tebal menyerupai sub-Neptunus.

Namun seiring waktu, planet itu perlahan kehilangan sebagian atmosfernya dan menyusut menjadi ukuran seperti sekarang.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.