“Prosesnya dilakukan secara manual di rumah. Saat diamankan, pelaku bahkan sempat mendemonstrasikan langsung cara mereka memalsukan SIM,” tutur Made.
Dalam pengakuannya, Ozlan menyebut bahwa ini merupakan kali pertama dirinya terlibat dalam praktik tersebut bersama Indra. Sementara Indra mengaku telah menjalankan modus serupa selama kurang lebih satu tahun.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu lembar STNK, satu BPKB mobil, tiga lembar SIM palsu, 32 data calon pembuat SIM, satu gulungan stiker bening, dan selembar kertas pasir. Berdasarkan temuan tersebut, diduga jumlah korban yang telah menggunakan jasa para pelaku cukup banyak.
“Kami masih mendalami kasus ini untuk mengetahui jumlah korban serta kemungkinan adanya kendaraan yang telah didaftarkan dengan dokumen palsu. Penanganan selanjutnya kini ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan,” kata Made.
Menanggapi kemungkinan keterlibatan aparat dalam praktik ilegal ini, AKBP Made menegaskan bahwa hasil penyelidikan internal menunjukkan tidak ada indikasi keterlibatan anggota kepolisian dalam kasus tersebut.
“Dari hasil penyelidikan yang kami lakukan secara menyeluruh, tidak ditemukan keterlibatan personel Satlantas. Ini murni tindakan ilegal yang dilakukan oleh para pelaku yang bertindak sebagai calo untuk mencari keuntungan,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.