MENU
Polri Siapkan Operasi Ketupat 2026, 160 Ribu Personel Amankan Arus Mud...
WA FB
News

Polri Siapkan Operasi Ketupat 2026, 160 Ribu Personel Amankan Arus Mudik Lebaran

R Editor : Redaksi Sinata | 02 Mar 2026 | 18:55 WIB
Polri Siapkan Operasi Ketupat 2026, 160 Ribu Personel Amankan Arus Mudik Lebaran
Polri menyiapkan Operasi Ketupat 2026 dengan mengerahkan lebih dari 160 ribu personel dan ribuan pos pengamanan untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Menjelang momentum puncak arus mudik dan balik Lebaran 1447 H / 2026 M yang diperkirakan turun dalam dua gelombang besar, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menyiapkan skenario komprehensif untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat, termasuk kesiapan personel serta rekayasa lalu lintas berbasis teknologi terkini.

Dalam pertemuan lintas sektoral yang digelar di STIK-PTIK Mabes Polri, Wakil Kepala Polri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa jajaran akan menjalankan Operasi Ketupat 2026 dengan fokus utama pada keselamatan, ketertiban, dan kelancaran masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung.

“Karena itu persiapan pengamanan harus dilaksanakan secara optimal, sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang melaksanakan mudik dan balik,” ujar Komjen Dedi, dikutip Senin (2/3/2026).

Lebih dari 160 Ribu Personel Siap Turun Lapangan

Polri memastikan bahwa tidak kurang dari 161.243 personel gabungan akan diterjunkan di sepanjang jalur mudik nasional. Personel tersebut menyebar mulai dari jalur tol, jalur arteri, pelabuhan penyeberangan, hingga titik-titik rawan kecelakaan dan kriminalitas.

Tahapan operasi ini mencakup pembentukan 2.746 pos pengamanan dan pelayanan, yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu untuk membantu arus kendaraan serta memberikan informasi kepada pemudik secara real time.

Salah satu fokus utama Polri adalah penggunaan teknologi digital dalam memantau arus kendaraan dan menentukan langkah rekayasa lalu lintas secara cepat dan akurat. Sistem ini memungkinkan kebijakan seperti one way, contraflow, hingga one way sepenggal diterapkan bukan berdasarkan perkiraan semata, tetapi data real-time dari radar dan perangkat pemantau lainnya.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, mengatakan bahwa pemanfaatan sistem digital tersebut diharapkan mampu meminimalisir kemacetan serta memberikan keputusan yang tepat sasaran saat volume kendaraan melonjak tajam.

Operasi Ketupat 2026 mengusung tagline resmi “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, yang mencerminkan usaha Polri untuk tidak hanya menjaga ketertiban lalu lintas, tetapi juga memberikan rasa aman bagi keluarga pemudik.

Tagline ini juga menjadi semangat dalam koordinasi antara Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, BMKG, Jasa Raharja, Pertamina, serta operator jalan tol. Sinergi ini diklaim krusial untuk menjamin layanan keselamatan serta distribusi logistik yang lancar selama periode libur panjang ini.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.