MENU
Populasi Jepang Turun Drastis, Krisis Demografi Kian Mengkhawatirkan N...
WA FB
Dunia

Populasi Jepang Turun Drastis, Krisis Demografi Kian Mengkhawatirkan Negara Itu

J Editor : Jansen Siahaan | 31 May 2026 | 11:05 WIB
Populasi Jepang Turun Drastis, Krisis Demografi Kian Mengkhawatirkan Negara Itu
Orang-orang berjalan melewati persimpangan di Tokyo, Jepang. (antara)

Tokyo, Sinata.id – Populasi Jepang mengalami penurunan sebesar 2,5 persen dalam lima tahun terakhir berdasarkan hasil sensus nasional yang dirilis pada 29 Mei 2026.

Data tersebut menunjukkan jumlah penduduk Negeri Sakura menyusut menjadi sekitar 123 juta jiwa pada 2025 atau berkurang lebih dari tiga juta orang dibandingkan hasil sensus tahun 2020.

Penurunan ini menjadi yang terbesar sejak Jepang mulai melaksanakan sensus kependudukan pada 1920. Kondisi tersebut semakin mempertegas tantangan demografi yang dihadapi negara dengan tingkat penuaan penduduk tercepat di dunia.

Hasil sensus yang dilakukan setiap lima tahun sekali menunjukkan bahwa laju penyusutan populasi saat ini lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode 2015–2020.

Pemerintah Jepang menilai fenomena tersebut dipicu oleh meningkatnya angka kematian yang melampaui jumlah kelahiran, seiring bertambahnya populasi lanjut usia dan rendahnya angka kelahiran nasional.

Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, mengatakan data terbaru kembali menegaskan bahwa Jepang menghadapi masalah serius terkait penurunan jumlah penduduk.

“Data ini sekali lagi mengonfirmasi bahwa penurunan populasi di negara kita semakin dalam,” ujarnya kepada wartawan.

Angka Kelahiran Terus Menurun

Jepang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kelahiran terendah di dunia. Data pemerintah menunjukkan jumlah kelahiran pada 2025 kembali menurun untuk tahun kesepuluh secara berturut-turut.

Sepanjang tahun lalu, hanya tercatat sekitar 705.809 kelahiran. Sementara itu, jumlah anak-anak kini hanya mencakup sekitar 10,8 persen dari total populasi Jepang, menjadi angka terendah sejak pencatatan statistik modern dilakukan pada 1950-an.

Kondisi tersebut memperburuk struktur demografi nasional karena jumlah penduduk usia produktif terus menyusut, sementara populasi lansia terus meningkat.

Tokyo Masih Bertambah Penduduk

Di tengah tren penurunan populasi nasional, beberapa wilayah justru mencatat pertumbuhan jumlah penduduk.

Wilayah metropolitan Tokyo mengalami peningkatan populasi sebesar 1,4 persen, sementara Okinawa mencatat kenaikan sebesar 0,1 persen.

Sebaliknya, sebanyak 45 prefektur lainnya mengalami penurunan jumlah penduduk.

Pemerintah Jepang menilai konsentrasi penduduk yang berlebihan di Tokyo menjadi salah satu persoalan yang perlu diatasi. Oleh karena itu, pemerintah berupaya mendorong redistribusi penduduk dan aktivitas ekonomi ke berbagai daerah di luar ibu kota.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.