MENU
Populasi Jepang Turun Drastis, Krisis Demografi Kian Mengkhawatirkan N...
WA FB
Dunia

Populasi Jepang Turun Drastis, Krisis Demografi Kian Mengkhawatirkan Negara Itu

J Editor : Jansen Siahaan | 31 May 2026 | 11:05 WIB
Populasi Jepang Turun Drastis, Krisis Demografi Kian Mengkhawatirkan Negara Itu
Orang-orang berjalan melewati persimpangan di Tokyo, Jepang. (antara)

Jumlah Warga Asing Meningkat

Di tengah menurunnya populasi domestik, jumlah warga asing yang tinggal di Jepang justru mengalami peningkatan signifikan.

Data sensus mencatat jumlah penduduk asing mencapai sekitar 3,21 juta orang pada 2025. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya yang berada di kisaran 2,75 juta orang pada sensus 2020.

Meski demikian, kebijakan imigrasi masih menjadi perdebatan di Jepang. Banyak kalangan menilai peningkatan imigrasi dapat membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja akibat menyusutnya populasi usia produktif.

Namun, Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menegaskan pemerintah akan tetap menerapkan kebijakan yang lebih ketat terkait masuknya warga negara asing.

Pemerintah Sebut 2030 Sebagai Momentum Penentu

Pemerintah Jepang telah menetapkan periode hingga tahun 2030 sebagai "kesempatan terakhir" untuk membalikkan tren penurunan populasi.

Berbagai program telah diluncurkan, mulai dari peningkatan tunjangan pengasuhan anak, subsidi cuti orang tua, bantuan keluarga muda, hingga inovasi layanan pencarian pasangan untuk mendorong angka pernikahan dan kelahiran.

Namun hingga saat ini, berbagai kebijakan tersebut belum menunjukkan dampak signifikan dalam menghentikan penurunan jumlah penduduk.

Para ahli menilai Jepang membutuhkan langkah yang lebih komprehensif untuk mengatasi krisis demografi yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi, sistem jaminan sosial, serta ketersediaan tenaga kerja pada masa mendatang. (A02)

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.